India Potong Pajak Kelas Menengah demi Dongkrak Daya Beli
Senin, 03 Februari 2025 - 17:27 WIB
loading...
India memangkas tarif pajak penghasilan (PPh) perorangan, sebagai salah satu upaya demi mendongkrak konsumsi rumah tangga. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - India memangkas tarif pajak penghasilan (PPh) perorangan, sebagai salah satu upaya demi mendongkrak konsumsi rumah tangga. Potongan pajak ditujukan kepada mereka yang berpenghasilan hingga 1,28 juta rupee (USD13.841) atau sekitar Rp240 juta per tahun, sehingga akan bebas PPh.
Menteri keuangan, Nirmala Sitharaman mengucurkan insentif pajak sebesar 1 triliun rupee atau setara Rp188 triliun kepada kelompok kelas menengah. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat kelas menengah mempunyai lebih banyak uang dalam sakunya, hingga berpotensi menaikkan daya beli.
Baca Juga: Ekonomi India Meroket, Selangkah Lagi Terbesar Ketiga di Dunia
"Konsesi pajak penghasilan untuk kelas menengah tampaknya ditujukan untuk mengatasi kemerosotan konsumsi di perkotaan," kata Ekonom India Nomura, Aurodeep Nandi seperti dilansir BBC.
Sementara itu efeknya diyakini bakal terbatas, ketika hanya sebagian kecil orang India yang membayar pajak langsung. Pada tahun 2023, tercatat ada 1,6% orang India (22,4 juta orang) yang benar-benar membayar pajak penghasilan, menurut data yang disajikan di parlemen.
Diskon pajak bakal meningkatkan jumlah warga yang tidak membayar PPh menjadi 60 juta orang, atau sekitar 74% dari total wajib pajak (WP). Di sisi lain pasar menyambut baik insentif PPH yang diberikan pemerintah India, hingga membuat saham produsen mobil, barang konsumen dan perusahaan bahan makanan menguat.
India telah mempersiapkan beberapa langkah untuk melawan perlambatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan harga dan penurunan konsumsi di kalangan kelas menengah pada ekonomi terbesar ketiga di Asia.
Menteri keuangan, Nirmala Sitharaman mengucurkan insentif pajak sebesar 1 triliun rupee atau setara Rp188 triliun kepada kelompok kelas menengah. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat kelas menengah mempunyai lebih banyak uang dalam sakunya, hingga berpotensi menaikkan daya beli.
Baca Juga: Ekonomi India Meroket, Selangkah Lagi Terbesar Ketiga di Dunia
"Konsesi pajak penghasilan untuk kelas menengah tampaknya ditujukan untuk mengatasi kemerosotan konsumsi di perkotaan," kata Ekonom India Nomura, Aurodeep Nandi seperti dilansir BBC.
Sementara itu efeknya diyakini bakal terbatas, ketika hanya sebagian kecil orang India yang membayar pajak langsung. Pada tahun 2023, tercatat ada 1,6% orang India (22,4 juta orang) yang benar-benar membayar pajak penghasilan, menurut data yang disajikan di parlemen.
Diskon pajak bakal meningkatkan jumlah warga yang tidak membayar PPh menjadi 60 juta orang, atau sekitar 74% dari total wajib pajak (WP). Di sisi lain pasar menyambut baik insentif PPH yang diberikan pemerintah India, hingga membuat saham produsen mobil, barang konsumen dan perusahaan bahan makanan menguat.
India telah mempersiapkan beberapa langkah untuk melawan perlambatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan harga dan penurunan konsumsi di kalangan kelas menengah pada ekonomi terbesar ketiga di Asia.
Lihat Juga :