BPH Migas: Stop ekspor gas bumi!

Rabu, 13 Maret 2013 - 15:22 WIB
BPH Migas: Stop ekspor...
BPH Migas: Stop ekspor gas bumi!
A A A
Sindonews.com - Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta pemerintah menghentikan ekspor gas, agar kerugian devisa negara akibat ekspor dapat ditekan.

"Saya menyarankan pemerintah agar menyetop praktik ekspor gas. Kalau ada orang bilang ekspor LNG bagus, bulu kuduk saya merinding," kata Anggota Komite BPH Migas, Qoyum Tjandranegara dalam Seminar Open Acess di Kementrian Perindustrian, Jakarta, Rabu (13/3/2013).

Qoyum berpendapat, ekspor gas secara besar-besaran yang dilakukan pemerintah saat ini menyebabkan kerugian devisa yang jumlahnya mencapai ratusan triliun. "Mulai 2011 itu, kita kehilangan devisa sampai Rp183 triliun, belum lagi yang sebelum-sebelumnya. Mengekspor gas itu merugikan negara, tapi sekarang masih saja mengekspor," ungkapnya.

Dia menegaskan, ekspor gas secara berlebihan merupakan salah satu permasalahan utama dalam kebijakan energi nasional. Lebih dari 50 persen gas bumi Indonesia diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Korea, Malaysia, dan negara-negara lainnya.

"Produksi gas 1,5 juta barel per hari ekuivalen dan bisa naik lagi. 1,5 juta itu kira-kira di atas 50 persen diekspor, mengekspor gas itu kan kita kehilangan devisa," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Berbasis Manufaktur Kemenperin, Panggah Susanto menyatakan, bahwa pertumbuhan industri non migas perlu didukung oleh beberapa hal, salah satunya adalah pasokan gas. Saat ini, pasokan gas kurang memadai, sehingga daya saing industri di dalam negeri tidak maksimal.

"Dengan terus meningkatnya pertumbuhan (industri non migas) diprediksi pada tahun mendatang 7,14 persen. Tantangan besar adalah infrastruktur gas belum memadai," ujar Panggah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
45 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved