DPR: Rencana KAI hapus KRL ekonomi tidak bijak

Kamis, 14 Maret 2013 - 14:27 WIB
DPR: Rencana KAI hapus...
DPR: Rencana KAI hapus KRL ekonomi tidak bijak
A A A
Sindonews.com - Rencana Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan menghapus kereta kelas ekonomi atau non AC dalam Kereta Rel Listrik (KRL) mendapat kritikan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Anggota Komisi VI DPR RI, Yan Herizal mengatakan, rencana mengganti semua KRL menjadi KRL berfasilitas AC harus dipertimbangkan dari berbagai aspek. "Selama ini harga tiket untuk KRL AC jauh lebih mahal ketimbang non-AC. Sehingga hanya kalangan menengah-atas yang mampu menggunakannya secara rutin," katanya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Apalagi, lanjut dia, dari segi pelayanan, KRL AC tidak jauh berbeda dengan kereta ekonomi non-AC. "Masih banyak penumpang yang berdesak-desakan di dalam kereta, sehingga fasilitas AC menjadi tidak berfungsi sama sekali," kata politisi PKS ini.

Menurutnya, alasan yang menjadi dasar PT KAI menghapus KRL ekonomi, bahwa setiap tahun jumlah penumpang KRL non AC semakin turun, sedangkan jumlah penumpang KRL AC terus meningkat adalah tidak tepat. Kondisi itu harus dilihat sebagai sebuah keterpaksaan para penumpang. Mengingat, selama ini jumlah KRL ekonomi sudah semakin sedikit, sehingga para penumpang yang terbiasa menggunakan KRL ekonomi non-AC terpaksa beralih ke KRL AC.

"Maka tidak heran jika pada setiap jam sibuk baik pagi atau sore, jumlah penumpang KRL AC melebihi kapasitas," katanya.

Selain itu, kata Yan, rencana penghapusan KRL ekonomi juga melanggar kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api kepada msyarakat dengan tarif terjangkau dan diwujudkan dalam public service obligation (PSO). "Jika KRL ekonomi dihapus, di mana kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat menengah ke bawah?" pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tidak Merekomendasikan...
Pemerintah Tidak Merekomendasikan Impor KRL Bekas dari Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved