Rusunawa buruh ditargetkan rampung dalam 2 tahun
Jum'at, 15 Maret 2013 - 13:37 WIB
Rusunawa buruh ditargetkan rampung dalam 2 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz menargetkan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) untuk tenaga kerja atau buruh akan selesai dan siap huni dua tahun lagi.
"Pembangunannya mulai tahun ini. Kita targetkan paling lambat selesai sekitar dua tahun," terang Djan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013).
Djan menerangkan, rusunawa yang sedianya akan dibangun berupa twin block (blok yang terdiri dari dua menara) ini telah disiapkan sebanyak 35 twin blok (satu twin block, dua tower).
Namun demikian, pada tahun ini sesuai kemampuan anggaran Pemerintah, diakui Djan baru bisa dibangun 24 twin blok dengan kapasitas 27 ribu unit sarana rumah susun yang dapat menampung 10,800 pekerja. Masing-masing unit kamar tersebut nantinya akan dihuni oleh empat orang pekerja lajang dan tidak membawa keluarga.
"Satu kamar akan dihuni empat orang. Kesepakatan kita setelah berdiskusi dengan serikat pekerja, ketentuannya adalah pekerja lajang. Atau yang sudah berkeluarga tidak boleh membawa keluarganya. Seperti di Arab atau China (TKI) mereka kan tinggal sendiri tidak dengan keluarganya," tegasnya.
"Pembangunannya mulai tahun ini. Kita targetkan paling lambat selesai sekitar dua tahun," terang Djan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/3/2013).
Djan menerangkan, rusunawa yang sedianya akan dibangun berupa twin block (blok yang terdiri dari dua menara) ini telah disiapkan sebanyak 35 twin blok (satu twin block, dua tower).
Namun demikian, pada tahun ini sesuai kemampuan anggaran Pemerintah, diakui Djan baru bisa dibangun 24 twin blok dengan kapasitas 27 ribu unit sarana rumah susun yang dapat menampung 10,800 pekerja. Masing-masing unit kamar tersebut nantinya akan dihuni oleh empat orang pekerja lajang dan tidak membawa keluarga.
"Satu kamar akan dihuni empat orang. Kesepakatan kita setelah berdiskusi dengan serikat pekerja, ketentuannya adalah pekerja lajang. Atau yang sudah berkeluarga tidak boleh membawa keluarganya. Seperti di Arab atau China (TKI) mereka kan tinggal sendiri tidak dengan keluarganya," tegasnya.
(gpr)
Lihat Juga :