Yen di Asia melemah setelah tim baru BoJ disetujui
Jum'at, 15 Maret 2013 - 14:34 WIB
Yen di Asia melemah setelah tim baru BoJ disetujui
A
A
A
Sindonews.com - Yen melemah di Asia setelah parlemen Jepang menyetujui tim manajemen baru bank sentral, yang diharapkan memulai pelonggaran agresif untuk memperbaiki ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.
Dilansir dari Global Post, Jumat (15/3/2013), dalam perdagangan sore di Tokyo, dolar diambil 96,14 yen, dari 96,08 yen pada perdagangan di New York, Kamis sore waktu setempat. Euro juga menguat menjadi 125,23 yen dari 124,91 yen, sementara pembelian naik USD1,3019 dari USD1,3000 di New York.
Pembuat kebijakan bisa meningkatkan pembelian obligasi dan pembelian aset lain atau mengadopsi kerangka waktu tertentu untuk target inflasi dua persen yang ditetapkan bank pada Januari di bawah tekanan berat Tokyo.
"Apapun yang dilakukan bank itu harus dilakukan cepat," kata Chris Tedder, analis penelitian dari Forex.com di Sydney.
"Investor mengharapkan banyak dari BoJ dan jika tidak memenuhi janjinya maka kita dapat melihat kawanan kembali ke yen, membuat pemulihan ekonomi di Jepang semakin sulit," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, majelis tinggi memberi lampu hijau untuk Haruhiko Kuroda sebagai Gubernur BoJ, yang merupakan mantan kepala Bank Pembangunan Asia (ADB) guna melakukan langkah-langkah agresif pelonggaran moneter, setelah pendahulunya gagal mengubah nasib Jepang.
DPR Jepang juga menyetujui Kikuo Iwata dan Hiroshi Nakaso sebagai deputi gubernur mendampingi Kuroda, dengan suara bulat meskipun peringatan datang dari oposisi yang menentang Iwata.
Dilansir dari Global Post, Jumat (15/3/2013), dalam perdagangan sore di Tokyo, dolar diambil 96,14 yen, dari 96,08 yen pada perdagangan di New York, Kamis sore waktu setempat. Euro juga menguat menjadi 125,23 yen dari 124,91 yen, sementara pembelian naik USD1,3019 dari USD1,3000 di New York.
Pembuat kebijakan bisa meningkatkan pembelian obligasi dan pembelian aset lain atau mengadopsi kerangka waktu tertentu untuk target inflasi dua persen yang ditetapkan bank pada Januari di bawah tekanan berat Tokyo.
"Apapun yang dilakukan bank itu harus dilakukan cepat," kata Chris Tedder, analis penelitian dari Forex.com di Sydney.
"Investor mengharapkan banyak dari BoJ dan jika tidak memenuhi janjinya maka kita dapat melihat kawanan kembali ke yen, membuat pemulihan ekonomi di Jepang semakin sulit," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, majelis tinggi memberi lampu hijau untuk Haruhiko Kuroda sebagai Gubernur BoJ, yang merupakan mantan kepala Bank Pembangunan Asia (ADB) guna melakukan langkah-langkah agresif pelonggaran moneter, setelah pendahulunya gagal mengubah nasib Jepang.
DPR Jepang juga menyetujui Kikuo Iwata dan Hiroshi Nakaso sebagai deputi gubernur mendampingi Kuroda, dengan suara bulat meskipun peringatan datang dari oposisi yang menentang Iwata.
(dmd)
Lihat Juga :