Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?

Rabu, 23 Juli 2025 - 14:08 WIB
loading...
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin bisa menggantikan dolar Amerika Serikat (AS) atau USD di masa depan, berikut analisisnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pertanyaan apakah Bitcoin bisa menggantikan dolar Amerika Serikat (AS) atau USD di masa depan, menjadi topik yang kompleks dan diperdebatkan banyak pihak. Meskipun Bitcoin memiliki beberapa keunggulan, ada banyak hambatan besar yang membuatnya sulit untuk sepenuhnya menggantikan dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan global.

Namun CEO BlackRock, Larry Fink memperingatkan, bahwa meningkatnya utang nasional Amerika bisa mengancam status dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Hingga pada akhirnya berpotensi membuat aset terdesentralisasi seperti Bitcoin mengambil posisi dolar.

Selain itu Ray Dalio dari Bridgewater juga berpesan bahwa jika AS gagal mengelola utangnya, kepercayaan global terhadap Treasury AS bisa runtuh, memicu ketidakstabilan ekonomi dan pergeseran menuju sistem keuangan alternatif.

Baca Juga: Saat Dolar AS Runtuh, 5 Aset Ini Bisa Jadi Alternatif Pengganti USD

Saat utang nasional AS berada di atas angka USD36,2 triliun, CEO BlackRock, Larry Fink menekankan, bahwa beban tersebut bisa menjadi alasan dolar dicabut dari posisinya sebagai mata uang cadangan dunia. Ia berpendapat bahwa mata uang terdesentralisasi seperti Bitcoin dapat menggantikan dolar saat organisasi-organisasi global kehilangan kepercayaan pada mata uang nasional dan mencari solusi independen.

Fink menjelaskan teorinya dalam suratnya kepada pemegang saham pada tahun 2025, dimana Ia menuliskan: "AS telah mendapatkan manfaat dari dolar sebagai mata uang cadangan dunia selama beberapa dekade. Namun, itu tidak dijamin akan bertahan selamanya."

"Utang nasional telah tumbuh tiga kali lipat dari laju PDB sejak jam utang di Times Square mulai berdetak pada tahun 1989. Tahun ini, pembayaran bunga akan melebihi USD952 miliar-melebihi pengeluaran untuk pertahanan. Pada tahun 2030, pengeluaran pemerintah yang wajib dan layanan utang akan menghabiskan semua pendapatan federal, menciptakan defisit permanen," paparnya.

"Jika AS tidak dapat mengendalikan utangnya, jika defisit terus membengkak, Amerika berisiko kehilangan posisi itu yang akan diberikan kepada aset digital seperti Bitcoin," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Rekomendasi
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved