Aksi jual asing akan tekan IHSG
Senin, 18 Maret 2013 - 08:32 WIB
Aksi jual asing akan tekan IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi memiliki potensi untuk menguat dengan kisaran 4.774-4.848.
"Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal di hari Senin," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Senin (18/3/2013).
Yang akan menggerakan IHSG pada hari ini berasal dari sentimen dalam dan luar negeri. Dia menjelaskan, pada kuartal I/2013, Indeks Dow Jones sudah menguat sekitar 10,8 persen dan secara historis ketika kuartal I naik tajam, di akhir tahun biasanya Dow ditutup menguat.
Dalam 12 kali, Dow menguat lebih dari 8 persen pada kuartal I sejak 1950, Dow ditutup secara positif setiap kali dengan double digit sebanyak 10 kali.
Secara valuasi dengan menggunakan PER Forward 2013, Indeks S&P 500 saat ini sebesar 13,5x. Artinya, kurang dari 9 persen dari PER Oktober 2007 yakni 14,8x ketika indeks S&P mencetak level tertinggi, sehingga itu artinya indeks S&P 500 yang saat ini berada pd level 1.560.7 berpotensi menguat sekitar 9 persen kedepannya.
Sektor perumahan (Housing Mkt Index, Housing Starts, Mortgage Application & Existing Home Sales) akan menjadi fokus ekonom sepanjang minggu ini sebagai sumber dari momentum ekonomi secara keseluruhan termasuk penerimaan pegawai.
Fokus juga tertuju seberapa besar tingkat Consumer Spending dan Confidence ditengah tingginya harga BBM dan pajak. Disamping itu, data ekonomi penting lain yang perlu diperhatikan, seperti FOMC Mtg (Selasa & Rabu) & Jobless Claims PMI Manufacturing Index Flash, Philadelphia Fed survey & Leading Indicators (Kamis).
Sedangkan dari zona Eropa, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana hasil akhir pemilu di Italy setelah mereka gagal membentuk pemerintahan baru, selain data German Economic Sentimen, German PPI dan France PMI.
Dari dalam negeri, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kelanjutan net sell asing serta investor asing melakukan penjualan masif di akhir sesi 2 perdagangan terhadap saham big caps. Pada pekan lalu net sell asing mencapai Rp974,18 miliar mendorong IHSG terkoreksi sebesar 55,18 poin atau 1,13 persen.
"Satu catatan akhir ES yg perlu di-mark investor mulai sekarang adalah kegiatan politik pada 25 Maret yang diperkirakan akan melibatkan massa cukup besar," ujar Edwin.
"Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal di hari Senin," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Senin (18/3/2013).
Yang akan menggerakan IHSG pada hari ini berasal dari sentimen dalam dan luar negeri. Dia menjelaskan, pada kuartal I/2013, Indeks Dow Jones sudah menguat sekitar 10,8 persen dan secara historis ketika kuartal I naik tajam, di akhir tahun biasanya Dow ditutup menguat.
Dalam 12 kali, Dow menguat lebih dari 8 persen pada kuartal I sejak 1950, Dow ditutup secara positif setiap kali dengan double digit sebanyak 10 kali.
Secara valuasi dengan menggunakan PER Forward 2013, Indeks S&P 500 saat ini sebesar 13,5x. Artinya, kurang dari 9 persen dari PER Oktober 2007 yakni 14,8x ketika indeks S&P mencetak level tertinggi, sehingga itu artinya indeks S&P 500 yang saat ini berada pd level 1.560.7 berpotensi menguat sekitar 9 persen kedepannya.
Sektor perumahan (Housing Mkt Index, Housing Starts, Mortgage Application & Existing Home Sales) akan menjadi fokus ekonom sepanjang minggu ini sebagai sumber dari momentum ekonomi secara keseluruhan termasuk penerimaan pegawai.
Fokus juga tertuju seberapa besar tingkat Consumer Spending dan Confidence ditengah tingginya harga BBM dan pajak. Disamping itu, data ekonomi penting lain yang perlu diperhatikan, seperti FOMC Mtg (Selasa & Rabu) & Jobless Claims PMI Manufacturing Index Flash, Philadelphia Fed survey & Leading Indicators (Kamis).
Sedangkan dari zona Eropa, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana hasil akhir pemilu di Italy setelah mereka gagal membentuk pemerintahan baru, selain data German Economic Sentimen, German PPI dan France PMI.
Dari dalam negeri, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kelanjutan net sell asing serta investor asing melakukan penjualan masif di akhir sesi 2 perdagangan terhadap saham big caps. Pada pekan lalu net sell asing mencapai Rp974,18 miliar mendorong IHSG terkoreksi sebesar 55,18 poin atau 1,13 persen.
"Satu catatan akhir ES yg perlu di-mark investor mulai sekarang adalah kegiatan politik pada 25 Maret yang diperkirakan akan melibatkan massa cukup besar," ujar Edwin.
(rna)
Lihat Juga :