Belum tentukan harga, Inpex prospek pembeli FLNG

Rabu, 20 Maret 2013 - 16:52 WIB
Belum tentukan harga,...
Belum tentukan harga, Inpex prospek pembeli FLNG
A A A
Sindonews.com - Vice President Strategy and Coordination Inpex, Hajime Kawai mengutarakan, ada aspek-aspek yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan lebih lanjut Blok Masela. Di antaranya karena menggunakan teknologi baru Front End Engineering and Design (FEED) untuk Floating Liquefield Natural Gas (FLNG), sehingga ada permasalahan tersendiri.

"(Pengembangan FEED untuk FLNG) tergantung dari marketing, tehnik, cost juga penting. Untuk permasalahan komersial adalah berapa harga (yang dipatok) dan siapa pembelinya," ujarnya dalam konferensi pers seusai rapat pimpinan direksi inpex dengan SKK Migas di Gedung Midplaza 2, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Hajime menjelaskan, proyek FEED FLNG ini ditarget selesai tahun 2015 nanti. Dia mengungkapkan, selain Indonesia dan Jepang, pihaknya akan melihat pembeli gas dari pihak lainnya.

"Untuk pembeli kita akan melihat demand dari domestik, ada banyak proyek LNG di luar Indonesia. Kita harus berkompetisi dengan mereka, masih menunggu waktu yang tepat untuk menemukan buyer yang tepat," paparnya.

Proyek FEED untuk FLNG ini akan dikerjakan oleh Inpex bekerjasama dengan JGC Corporation (Jepang) dan Saipem s.a. (Italia). Sedangkan stakeholder saham di blok Masela sendiri adalah Inpex sebesar 60 persen, Shell sebesar 30 persen dan 10 persennya adalah PT Energi Mega Persada (EMP).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved