Sentimen Siprus kembali buat Wall Street alami koreksi

Jum'at, 22 Maret 2013 - 08:58 WIB
Sentimen Siprus kembali...
Sentimen Siprus kembali buat Wall Street alami koreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terkoreksi menyusul pendapatan Oracle Corp yang jauh dari harapan. Di samping itu, sentimen mengenai kekhawatiran masalah Siprus di zona Eropa juga menjadi pemicunya.

saham Oracle Corp (ORCL.O) merosot 9,7 persen menjadi USD32,30, dan menjadi koreksi terbesar di Nasdaq, sehari setelah membukukan pendapatan yang mengecewakan karena penjualan dibawah target.
Ini merupakan penurunan terbesar sejak Desember 2011.

Koreksi saham makin besar di akhir sesi menyusul kekhawatiran kondisi keuangan di Siprus yang meningkat. Ini terjadi tepat sebelum rating kredit Siprus dipangkas menjadi level sampah.

Uni Eropa memberi batas bagi Siprus hingga Senin pekan depan untukmenyiapkan dana untuk mendapatkan dana bailout 10 miliar euro atau menghadapi runtuhnya sistem keuangan dan kemungkinan keluar dari zona Eropa.

"Saya pikir cara tersebut tidak akan menjadi solusi yang cepat untuk mengatasi situasi tersebut dan tidak mudah untuk meramalkan apa yang akan terjadi. Ketidakpastian akan membuat investor menjual saham, terutama di pasar yang sudah mengalami kenaikan dua minggu ini," kata Direktur Perdagangan Ekuitas Wedbush Securities, Michael James, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (22/3/2013).

Investor takut runtuhnya sistem perbankan di Siprus akan memperketat kredit di zona Eropa dan menjadi hambata lain di untuk keluar dari krisis ekonomi. Ini menambah kekhawatiran, data perekonomian AS juga tidak dapat mencapai target yang diharapkan.

Sementara The Dow Jones industrial average (DJI) turun 90,24 poin atau 0,62 persen menjadi 14.421,49, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) turun 12,91 poin atau 0,83 persen menjadi 1.545,80, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) kehilangan 31,59 poin atau 0,97 persen menjadi 3.222,60.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
5 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved