Hitung keuntungan migas, perusahaan dan Pemda berbeda
Jum'at, 22 Maret 2013 - 14:13 WIB
Hitung keuntungan migas, perusahaan dan Pemda berbeda
A
A
A
Sindonews.com - Deputi Pengendalian Keuangan Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Akhmad Syakhroza mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan secara bersama antara stakeholder migas yang melakukan eksplorasi di daerah.
"Antara lain pemerintah daerah (Pemda) yang berkeinginan lebih. Kita tidak bisa menyamakan pandangan bahwa di daerah cara berpikirnya sama," katanya dalam konferensi pers seusai Rapat Pimpinan SKK Migas dengan BP, di Jakarta, Jumat (22/3/2013).
Dia menjelaskan, cara perhitungan dan bagi hasil keuntungan sektor migas di daerah antara perusahaan minyak dan Pemda berbeda. Pemda mengharapkan bagi hasil dini, sedangkan perusahaan migas biasanya memberikan sistem bagi hasil setelah jangka waktu produksi yang ditentukan.
"Cara menghitung argonya beda. Kita cari titik temu, pandangan daerah harus kami hargai dan pahami, SKK Migas sedang cari solusi terbaik bagi Indonesia dan Pemda. Bagaimana menemukan sudut pandang beda tapi kepentingan terpenuhi," ujarnya.
Pihaknya menilai, biasanya Pemda mengerti dan cenderung pintar dalam menghadapi kendala seperti ini. Karena, mereka akan menggunakan otoritas AMDAL untuk menolak memberikan izin eksplorasi di daerah.
"Menurut saya pemda itu smart, dia bisa memainkan otoritas AMDAL," katanya.
"Antara lain pemerintah daerah (Pemda) yang berkeinginan lebih. Kita tidak bisa menyamakan pandangan bahwa di daerah cara berpikirnya sama," katanya dalam konferensi pers seusai Rapat Pimpinan SKK Migas dengan BP, di Jakarta, Jumat (22/3/2013).
Dia menjelaskan, cara perhitungan dan bagi hasil keuntungan sektor migas di daerah antara perusahaan minyak dan Pemda berbeda. Pemda mengharapkan bagi hasil dini, sedangkan perusahaan migas biasanya memberikan sistem bagi hasil setelah jangka waktu produksi yang ditentukan.
"Cara menghitung argonya beda. Kita cari titik temu, pandangan daerah harus kami hargai dan pahami, SKK Migas sedang cari solusi terbaik bagi Indonesia dan Pemda. Bagaimana menemukan sudut pandang beda tapi kepentingan terpenuhi," ujarnya.
Pihaknya menilai, biasanya Pemda mengerti dan cenderung pintar dalam menghadapi kendala seperti ini. Karena, mereka akan menggunakan otoritas AMDAL untuk menolak memberikan izin eksplorasi di daerah.
"Menurut saya pemda itu smart, dia bisa memainkan otoritas AMDAL," katanya.
(izz)
Lihat Juga :