Kadin: Pasar bebas ASEAN bukan ancaman

Jum'at, 24 Mei 2013 - 16:22 WIB
Kadin: Pasar bebas ASEAN...
Kadin: Pasar bebas ASEAN bukan ancaman
A A A
Sindonews.com - Kesiapan Indonesia untuk menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015 masih dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini baik program pemerintah maupun dunia usaha belum terlihat terintegrasi ke arah AEC secara spesifik.

Jika ditinjau dari dasar dan tujuan diberlakukannya, AEC merupakan realisasi dari keinginan yang tercantum dalam Visi 2020 untuk mengintegrasikan ekonomi negara-negara ASEAN dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama.

Visi 2020 menyatakan bahwa dalam melaksanakan AEC negara-negara anggota harus memegang teguh prinsip open market, outward looking dan market drive economy sesuai dengan ketentuan multilateral.

"Jika melihat tujuannya the ultimate goal dari AEC itu, seharusnya memperkuat ekonomi ASEAN untuk menghadapi persaingan global. Dengan memberlakukan AEC, bisa diartikan ASEAN menginginkan agar ekonomi Asia Tenggara pada suatu saat akan terintegrasi ke dalam ekonomi global," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/5/2013).

Menurut dia, seharusnya AEC bisa menjadikan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang besar dan kompetitif. Karena itu, pihaknya mengharapkan agar dunia usaha nasional tetap optimis dan tidak menjadikannya sebagai arena persaingan antar negara anggotanya.

Suryo menuturkan, jika AEC sudah diberlakukan pada 2015, maka akan terjadi free flow of goods, free flow of services, free flow of investment, free flow of capital dan free flow of skilled labor.

"Namun terserah pada masing-masing negara untuk mendapatkan kemanfaatan dari kebebasan tersebut dan kita harapkan dunia usaha nasional terus meningkatkan daya saing," ujarnya.

Berdasarkan data World Economy Forum (WEF), daya saing Indonesia berada di urutan 44 dunia pada 2010 kemudian menjadi peringkat 46 dunia pada 2011 dan tertinggal di posisi 4 kawasan ASEAN di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved