Volume penjualan batu bara ITMG capai rekor tertinggi

Selasa, 26 Maret 2013 - 10:27 WIB
Volume penjualan batu...
Volume penjualan batu bara ITMG capai rekor tertinggi
A A A
Sindonews.com - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sepanjang tahun lalu mencatat kenaikan volume penjualan sebesar 3 persen dibanding target 2012 menjadi 27,2 juta ton.

"Kami mencetak rekor volume penjualan tertinggi pada tahun 2012. Volume penjualan kami lebih tinggi 3 persen daripada target 2012 sebesar 26,5 juta ton," kata Direktur Utama ITMG, Pongsak Thongampai dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/3/2013).

Adapun volume penjualan batu bara dikontribusi dari PT Indominco Mandiri mencapai 14,5 juta ton atau sekitar 53 persen terhadap total penjualan perseroan, PT Trubaindo Coal Mining sekitar 7,8 juta ton atau 29 persen, 13 persen kontribusi dari PT Kitadin dengan penjualan 3,5 juta ton.

Sementara PT Jorong Barutama greston mengontribusi 4 persen dengan volume penjualan 1,1 juta ton dan 1 persen dari PT Bharinto Ekatama dengan volume penjualan sekitar 0,3 juta ton. Selain mencetak rekor volume penjualan tertinggi, perseroan pada tahun lalu juga berhasil mencatat produksi batu bara tertinggi.

Dia menjelasakan, perseroan selama tahun 2012 memproduksi batu bara sebanyak 27,5 juta ton. Angka tersebut naik 10 persen dibanding produksi tahun 2011 sebesar 25 juta ton. Realisasi produksi ini juga lebih tinggi 2 persen dari target tahun lalu sebesar 27 juta ton.

Adapun kontribusi produksi batu bara perseroan mayoritas berasal dari PT Indominco Mandiri, dengan produksi tahun lalu mencapai 14,8 juta ton atau 54 persen dari total produksi ITMG. Kendati demikian, kenaikan produksi tertinggi dicapai PT Kitadin, yang menghasilkan produksi batu bara 3,5 juta ton atau naik 106 persen sepanjang tahun lalu.

"Selain empat anak perusahaan kami yang telah beroperasi, PT Bharinto Ekatama pada tahun lalu mulai beroperasi di Kalimantan Tengah dan Timur, sehingga turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi batu bara kami," ujarnya.

Meski harga batu bara menglamai penurunan pada tahun lalu seiring menurunnya permintaan, perseroan berhasil mempertahankan harga jual rata-rata pada harga USD90,1/ton. Angka tersebut hanya turun tidak lebih dari 6 persen sepanjang 2012. Sedangkan harga batu bara di pasar internasional terkoreksi mencapai 25 persen.

Menurut Pongsak, keberhasilan perseroan mencetak volume penjualan tertinggi menyebabkan perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 2 persen menjadi USD2,44 miliar dibanding tahun sebelumnya senilai USD2,38 miliar.

Namun, turunnya harga jual menyebabkan marjin laba bersih turun menjadi 18 persen dibanding tahun 2011 sebesar 23 persen. Laba bersih perseroan tercatat turun 20,89 persen menjadi USD432,04 juta dibanding tahun sebelumnya USD546,13 juta.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pererat Silaturahmi,...
Pererat Silaturahmi, Kapolres Sambangi STIT Pemalang
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Ratusan Warga Pidie...
Ratusan Warga Pidie Aceh Demo Tolak Pengungsi Rohingya
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
Berita Terkini
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
35 menit yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
51 menit yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
1 jam yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
1 jam yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
2 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved