Kadin cetak tenaga kerja berkualitas

Selasa, 26 Maret 2013 - 13:17 WIB
Kadin cetak tenaga kerja...
Kadin cetak tenaga kerja berkualitas
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan telah merampungkan diklat Industri Perikanan Kadin di pulau Seram, Maluku. Diklat ini bertujuan untuk mendidik dan menghasilkan tenaga terampil dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja berkualitas di bidang perikanan yang sangat dibutuhkan industri perikanan.

"Diklatnya sudah siap, infrastrukturnya siap. Jadi, tinggal penyempurnaan silabusnya. Kita perkirakan pertengahan tahun sudah berjalan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan, Yugi Prayanto dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Selasa (26/3/2013).

Sekolah untuk pendidikan dan latihan industri perikanan yang proses pembangunannya sudah selesai itu diresmikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Syarif Cicip Sutardjo. Menurut Yugi, Kadin membangun sekolah tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan usia muda dalam pengelolaan ekonomi perikanan.

"Sekolah ini untuk mendidik para generasi muda dalam menguasai bidang perikanan, bukan hanya secara teknis saja tetapi juga sebagai wira usaha atau enterpreneur di bidang perikanan," ujarnya.

Melalui pendidikan ini, pihaknya berharap generasi muda tertarik untuk berprofesi di bidang perikanan baik sebagai tenaga terampil maupun pengusaha perikanan. Kedepan akan banyak generasi muda kompeten yang terjun ke bidang usaha perikanan, sehingga usaha perikanan bisa maju pesat dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Setelah melakukan kunjungan ke beberapa daerah, Kadin mengharapkan agar pemerintah bisa terus mengupayakan dukungan-dukungan kongkrit untuk pelaku usaha perikanan. Bentuk dukungan itu bisa dari kebijakan hingga insentif.

"Kami harapkan adanya kemudahan dukungan investasi, adanya insentif khusus. Misalnya untuk impor peralatan dan pakan. Karena selama ini mereka masih sulit mendapatkan, di samping karena harganya yang masih tinggi," ungkap Yugi.

Dia menghimbau pemerintah untuk lebih memperhatikan pasokan energi dengan memberikan dukungan pembangkit, begitu pula dengan ketersediaan BBM yang sering mengalami kelangkaan dan sulit dijangkau.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
20 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
51 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved