Tingkatkan produksi elpiji, ESSA gandeng Enerflex

Senin, 27 Mei 2013 - 13:48 WIB
Tingkatkan produksi...
Tingkatkan produksi elpiji, ESSA gandeng Enerflex
A A A
Sindonews.com - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) melalui anak usahanya PT Panca Asmara Utama (PAU) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Enerflex Ltd, perusahaan engineering asal Kanada.

Direktur Eksekutif Surya Esa Perkasa, Chander Vinod Laroya mengatakan bahwa nilai kontrak kerja sama tersebut sebesar USD17 juta. Nantinya, Energlex akan menyediakan jasa perlengkapan teknis pabrik elpiji (LPG/Liquid Petroleum Gas) baru di Palembang, Sumatera Selatan.

"Untuk pengembangan usaha LPG, kami telah menggandeng Energlex untuk penyediaan teknologinya dan perlengkapannya," kata Chander saat paparan publik perseroan di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Sedangkan total belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan perseroan untuk pengembangan pabrik elpiji tersebut mencapai USD21 juta. Seluruh dana berasal dari kas internal perusahaan. Selain untuk engineering, sebesar USD7 juta akan digunakan untuk instalasi peralatan.

"Kita akan memulai pengembangan pabrik tersebut pada akhir tahun ini dan diharapkan selesai pada kuartal III/2014," ujar Chander.

Dengen selesainya pengembangan pabrik elpiji akan menambah kapasitas produksi menjadi 55 persen pada 2014. Saat ini, kapasitas produksi elpiji perseroan sebesar 120 ton per hari atau 36 ribu ton per tahun, namun dengan peningkatan 55 persen akan menjadi 185 ton per hari atau 40 ribu ton per tahun.

"Pemegang saham menyetujui suntikan modal USD80 juta kepada Panca Amara Utama tahun ini dari kas internal, sedangakan total yang harus disuntikan hingga tahun depan menjadi USD131 juta," tambahnya.

Anak usaha PAU, saat ini memasuki tahap final dalam pencapaian financial closure. PAU kata dia, juga telah menyelesaikan negosiasi atas perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan pemasok gas. Diharapkan PJBG tersebut dapat terealisasi pada pertengahan tahun ini.

"Hal ini sejalan dengan progress pembangunan PAU yang cepat, perusahaan diminta untuk menyuntikan modal ke dalam PAU sampai dengan USD80 juta pada tahun ini," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pamit dari Komisaris...
Pamit dari Komisaris MDKA, Boy Thohir Borong 783,04 Juta Saham Surya Esa Perkasa
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Lagi Mulai 1 Maret 2023
Penurunan Harga BBM...
Penurunan Harga BBM Masih Terganjal Formula Kementerian ESDM
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Turun Mulai 1 April 2025, Pertamax dkk Lebih Ramah Kantong
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved