Produksi industri Korsel jatuh di bulan kedua
Jum'at, 29 Maret 2013 - 11:33 WIB
Produksi industri Korsel jatuh di bulan kedua
A
A
A
Sindonews.com - Produksi industri Korea Selatan (Korsel) pada Februari 2013 turun dalam dua bulan berturut-turut dari Januari lalu.
Hal ini memperkuat rencana pemerintah memberlakukan paket stimulus tambahan untuk menghidupkan kembali perekonomian terbesar keempat di Asia tersebut.
Dilansir The Business Times, Jumat (29/3/2013), Kantor Statistik Korsel melaporkan, produksi industri musiman turun 0,8 sen pada Februari dari bulan sebelumnya, menyusul penurunan 1,2 persen direvisi pada Januari 2013.
Data Januari direvisi sedikit lebih baik dari penurunan sementara 1,5 persen yang dilaporkan sebelumnya.
Perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters dari beberapa ekonom, output industri meningkat sebesar 0,2 persen pada Februari, dengan perkiraan jatuh mulai dari 2,3 persen ke kenaikan 2,0 persen.
Namun, seorang pejabat Departemen Keuangan kemarin mengatakan, output Februari cenderung turun. Produksi industri tahunan turun 9,3 persen pada Februari, setelah kenaikan direvisi 7,6 persen, dibandingkan dengan penurunan 5,0 persen pada median dalam survei Reuters.
Hal ini memperkuat rencana pemerintah memberlakukan paket stimulus tambahan untuk menghidupkan kembali perekonomian terbesar keempat di Asia tersebut.
Dilansir The Business Times, Jumat (29/3/2013), Kantor Statistik Korsel melaporkan, produksi industri musiman turun 0,8 sen pada Februari dari bulan sebelumnya, menyusul penurunan 1,2 persen direvisi pada Januari 2013.
Data Januari direvisi sedikit lebih baik dari penurunan sementara 1,5 persen yang dilaporkan sebelumnya.
Perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters dari beberapa ekonom, output industri meningkat sebesar 0,2 persen pada Februari, dengan perkiraan jatuh mulai dari 2,3 persen ke kenaikan 2,0 persen.
Namun, seorang pejabat Departemen Keuangan kemarin mengatakan, output Februari cenderung turun. Produksi industri tahunan turun 9,3 persen pada Februari, setelah kenaikan direvisi 7,6 persen, dibandingkan dengan penurunan 5,0 persen pada median dalam survei Reuters.
(dmd)
Lihat Juga :