Libur panjang perlambat laju perekonomian Thailand

Jum'at, 29 Maret 2013 - 17:47 WIB
Libur panjang perlambat...
Libur panjang perlambat laju perekonomian Thailand
A A A
Sindonews.com - Bank Sentral Thailand mengemukakan, hari kerja yang sedikit dan libur panjang pada Februari 2013, telah memperlambat laju impor, ekspor dan industri manufaktur di negaranya.

Dilansir Bangkok Post, Jumat (28/3/2013), Mathee Supapongse, direktur senior bank sentral untuk kebijakan moneter Thailand mengatakan, momentum pertumbuhan ekonomi pada Februari dapat dipertahankan jika faktor liburan dikeluarkan.

Ekspor dan impor masing-masing menyusut 4,6% dan 8,9% pada Februari, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Fakta bahwa Februari tahun ini memiliki dua liburan, yaitu Tahun Baru China dan Bucha, sehingga menghasilkan hari kerja yang lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan lainnya. Hal ini menyebabkan perlambatan dalam perekonomian secara keseluruhan," ujar Mathee.

"Meski demikian, pertumbuhan ekonomi rata-rata pada Januari dan Februari cukup kuat," tambahnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
14 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved