Kawasan ekonomi Parepare dinilai tidak efektif

Senin, 01 April 2013 - 19:22 WIB
Kawasan ekonomi Parepare...
Kawasan ekonomi Parepare dinilai tidak efektif
A A A
Sindonews.com - Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) yang dibentuk pemerintah pusat, dinilai tidak efektif untuk mempromosikan sumber potensi yang ada di daerah.

Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sjamsu Alam mengatakan, seharusnya Kapet yang dibentuk pemerintah pusat menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bisa lebih maksimal mempromosikan potensi usaha yang bisa meningkatkan daerah. "Namun, menurut saya tidak terlalu efektif," katanya, Senin (1/4/2013).

Menurut Sjamsu, Kapet sudah lama dibentuk di kota Parepare. Namun, kerjanya tidak terlalu terlihat. "Saya juga tidak tahu mengapa. Seharusnya Kapet ini yang melihat beberapa potensi, kemudian disampaikan keluar daerah, supaya ada investor tertarik menanamkan modal," jelasnya.

Sebagai pemerintah kota, lanjut dia, pihaknya tetap akan tunduk dengan pemerintah pusat. "Ini kan pemerintah pusat yang bentuk dan menggunakan anggaran pusat, jadi kami hanya ikut saja, karena dengan dibentuknya hal ini tentu untuk perbaikan perekonomian," bebernya.

Terkait kabar adanya permintaan membubarkan Kapet karena tidak ada manfaatnya kepada pemerintah kota, Sjamsu enggan berkomentar banyak. "Yang jelas semuanya tergantung pemerintah pusat, di daerah pasti akan ikut saja," tegasnya.

Sementara, mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, Muhammada Ridha Ali yang dikonfirmasi mengenai Kapet ini mengatakan, pihaknya tidak pernah melihat apa kinerja Kapet di kota Parepare. "Belum ada secara fisik maupun non fisik kinerja dari Kapet ini," katanya.

Bukan hanya itu, kata Ridha Ali, sebagai lembaga yang dibentuk perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, seharusnya Kapet bisa memberikan kontribusi besar pada daerah terkhusus pengembangan perekonomian.

"Seperti lahan yang ada di Kipas (Kawasan Insdustri Parepare), seharusnya Kapet sudah mempromisokan dan berkodinasi dengan pemkot," ujarnya.

Karena itu, dia menegaskan, jika tidak berfungsi harus dibubarkan saja. "Hanya menghabiskan anggaran pemerintah saja," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi...
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi Utara, Mas Menteri Bawa 3G
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Olly Optimistis Ekonomi...
Olly Optimistis Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh 6% di 2021
1.550 Bumdes di Sulawesi...
1.550 Bumdes di Sulawesi Tengah Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS Umumkan Perkembangan...
BPS Umumkan Perkembangan Ekspor-Impor Sulawesi Utara Januari 2021
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
42 menit yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
3 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
3 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
3 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
3 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved