IHSG diprediksi cenderung melemah
Selasa, 02 April 2013 - 08:03 WIB
IHSG diprediksi cenderung melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah seiring dengan berakhirnya musim laporan keuangan emiten tahun 2012.
"Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pasca berakhirnya musim laporan keuangan tahun buku 2012. Kami melihat IHSG akan cenderung konsolidasi," kata Analis Riet PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Selasa (2/4/2013).
Dia memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.920-4.960. Kemarin, IHSG ditutup melemah menyusul pengumuman data inflasi yang di atas ekspektasi serta defisit perdagangan yang kembali negatif.
Menurut dia, kecenderungan tingginya inflasi pada bulan mendatang menjadi katalis negatif bagi pasar. Tingginya inflasi membuka kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan di masa mendatang.
"Katalis negatif dari dalam negeri tadi menahan berita positif dari eksternal, antara lain pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV/2012 direvisi dari 0,1 persen menjadi 0,4 persen," ujarnya.
Selain itu, ada data klaim tunjangan pengangguran yang lebih buruk dari perkiraan. Kendati demikian, hal ini ditanggapi positif karena dengan begitu the Fed masih akan terus mengucurkan stimulus untuk mengangkat pasar tenaga kerja AS.
Indeks manufaktur Maret juga masih bertumbuh dengan indeks level 52,4, tetapi angka ini turun dari bulan Februari sebesar 56,8.
"Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Pasca berakhirnya musim laporan keuangan tahun buku 2012. Kami melihat IHSG akan cenderung konsolidasi," kata Analis Riet PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Selasa (2/4/2013).
Dia memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.920-4.960. Kemarin, IHSG ditutup melemah menyusul pengumuman data inflasi yang di atas ekspektasi serta defisit perdagangan yang kembali negatif.
Menurut dia, kecenderungan tingginya inflasi pada bulan mendatang menjadi katalis negatif bagi pasar. Tingginya inflasi membuka kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan di masa mendatang.
"Katalis negatif dari dalam negeri tadi menahan berita positif dari eksternal, antara lain pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV/2012 direvisi dari 0,1 persen menjadi 0,4 persen," ujarnya.
Selain itu, ada data klaim tunjangan pengangguran yang lebih buruk dari perkiraan. Kendati demikian, hal ini ditanggapi positif karena dengan begitu the Fed masih akan terus mengucurkan stimulus untuk mengangkat pasar tenaga kerja AS.
Indeks manufaktur Maret juga masih bertumbuh dengan indeks level 52,4, tetapi angka ini turun dari bulan Februari sebesar 56,8.
(rna)
Lihat Juga :