IHSG berpotensi menguat didorong sentimen China
Selasa, 02 April 2013 - 08:29 WIB
IHSG berpotensi menguat didorong sentimen China
A
A
A
Sindonews.com - Terdongkrak berita positif dari China, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya tak mau ketinggalan untuk ambil bagian dan turut bergerak menghijau, kendati sentimen dari kenaikan tingkat inflasi dalam negeri cukup dalam diluar ekspektasi.
"Pada perdagangan hari ini, secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak menguat terbatas di kisaran 4.905-4.957," terang Equity Analyst PT Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja, Selasa (2/4/2013).
Sentimen dari luar pada perdagangan hari Selasa, kata Rheza, berupa adanya data manufaktur China yang tercatat naik pada bulan lalu, mengindikasikan pemulihan ekonomi negara tersebut.
"Perdana Menteri China mengindikasikan bahwa pemerintah akan melonggarkan kontrol atas interest rate dan nilai tukar yuan," tegasnya.
Namun demikian, lanjut dia, pelaku pasar perlu waspada mengingat data inflasi Indonesia yang keluar kemarin menunjukkan inflasi Indonesia ternyata lebih besar dari yang diperkirakan, menjadi sebesar 5,9 persen (yoy).
"Dengan tingginya tingkat inflasi tersebut, ada kemungkinan tingkat suku bunga BI rate akan dinaikkan dari level 5,75 persen. Selain itu, data manufacturing US diperkirakan akan ikut memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks pada perdagangan hari ini," tegas dia.
"Pada perdagangan hari ini, secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak menguat terbatas di kisaran 4.905-4.957," terang Equity Analyst PT Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja, Selasa (2/4/2013).
Sentimen dari luar pada perdagangan hari Selasa, kata Rheza, berupa adanya data manufaktur China yang tercatat naik pada bulan lalu, mengindikasikan pemulihan ekonomi negara tersebut.
"Perdana Menteri China mengindikasikan bahwa pemerintah akan melonggarkan kontrol atas interest rate dan nilai tukar yuan," tegasnya.
Namun demikian, lanjut dia, pelaku pasar perlu waspada mengingat data inflasi Indonesia yang keluar kemarin menunjukkan inflasi Indonesia ternyata lebih besar dari yang diperkirakan, menjadi sebesar 5,9 persen (yoy).
"Dengan tingginya tingkat inflasi tersebut, ada kemungkinan tingkat suku bunga BI rate akan dinaikkan dari level 5,75 persen. Selain itu, data manufacturing US diperkirakan akan ikut memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks pada perdagangan hari ini," tegas dia.
(rna)
Lihat Juga :