Korut dan data pekerjaan buat Wall Street terkoreksi

Kamis, 04 April 2013 - 08:52 WIB
Korut dan data pekerjaan...
Korut dan data pekerjaan buat Wall Street terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup terkoreksi, dengan Indeks S & P mencatat penurunan harian terbesar.

Koreksi tersebut terimbas kekhawatiran pelaku pasar terhadap keluarnya data pekerjaan sektor swasta bulan Maret yang lebih rendah dibanding bulan sebelumnya menimbulkan kekhawatiran terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Selain itu, berita Pentagon yang mengirimkan sistem pertahanan rudal ke Guam dalam beberapa pekan mendatang. Disamping itu, pernyataam Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel bahwa Korea Utara saat ini mengirimkan tanda bahaya yang nyata dan jelas memberi sentimen negatif terhadap bursa.

Laporan ADP National Employment atas data pekerjaan sektor swasta bulan Maret yang dibawah ekspektasi menyebabkan kekhawatiran investor sebelum keluarnya laporan data Non-Farm Payrolls dari Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat pekan ini.

Koreksi di pasar terjadi setelah indeks S & P 500 dan Dow Jones mencetak rekor tertinggi. Saham sektor energi dan keuangan memimpin penurunan di indeks S & P 500, dengan sektor keuangan S&P 500 (SPSY) melemah 1,7 persen.

"Masyarakat menilai bahwa pasar akan terus menguat selama penjualan perumahan terus meningkat, tapi timbul sedikit kekhawatiran jika jumlah data pekerjaan pada Jumat ini di bawah perkiraan. Dan Kekhawatiran tentang Korea Utara menambah sentimen negatif di pasar," kata Managing Director Wedbush Securities, Michael James, seperti dilansir Reuters, Kamis (4/4/2013).

The Dow Jones industrial average (DJI) turun 111,66 poin atau 0,76 persen di 14.550,35, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) jatuh 16,56 poin atau 1,05 persen menjadi 1.553,69, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) turun 36,26 poin atau 1,11 persen menjadi 3.218,60.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved