IHSG sesi I terkoreksi 38 poin ke 4.942
Kamis, 04 April 2013 - 12:02 WIB
IHSG sesi I terkoreksi 38 poin ke 4.942
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini ditutup melemah 38,53 poin atau 0,77 persen ke level 4.942,93.
Sementara pada pagi tadi, IHSG terkoreksi 17,65 poin atau 0,35 persen ke level 4.963,88 menyusul sentimen negatif dari terkoreksinya saham di bursa Wall Street pada perdagangan semalam.
Padahal, IHSG pada perdagangan sore kemarin kembali mencetak rekor baru, dengan naik 24,21 poin atau 0,49 persen ke level 4.981,47. Indeks LQ45 siang ini berakhir negatif 7,62 poin atau 0,90 persen ke level 835,87.
Sedangkan indeks di kawasan Asia berakhir memerah, diantaranya indeks Nikkei 225 terkoreksi 111,09 poin atau 0,83 persen ke 12.260,28; Straits Times turun 8,88 poin atau 0,27 persen ke 3.312,86 dan KOSPI tergerus 26,28 poin atau 1,33 persen ke 1.957,08.
Di bursa Indonesia, sebanyak 66 saham tercatat naik, 191 saham turun dan 93 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp2,8 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,03 miliar lembar saham. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual asing tercatat Rp102,54 miliar.
Seluruh sektor saham pada perdagangan siang ini melemah, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham sektor infrastruktur sebesar 1,56 persen dan diikuti sektor property mencapai 1,46 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) naik Rp150 ke Rp5.200, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) naik Rp50 ke Rp920 dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp25 ke Rp2.100.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 ke Rp51.600, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun Rp75 ke Rp2.050 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp250 Rp10.850.
Sementara pada pagi tadi, IHSG terkoreksi 17,65 poin atau 0,35 persen ke level 4.963,88 menyusul sentimen negatif dari terkoreksinya saham di bursa Wall Street pada perdagangan semalam.
Padahal, IHSG pada perdagangan sore kemarin kembali mencetak rekor baru, dengan naik 24,21 poin atau 0,49 persen ke level 4.981,47. Indeks LQ45 siang ini berakhir negatif 7,62 poin atau 0,90 persen ke level 835,87.
Sedangkan indeks di kawasan Asia berakhir memerah, diantaranya indeks Nikkei 225 terkoreksi 111,09 poin atau 0,83 persen ke 12.260,28; Straits Times turun 8,88 poin atau 0,27 persen ke 3.312,86 dan KOSPI tergerus 26,28 poin atau 1,33 persen ke 1.957,08.
Di bursa Indonesia, sebanyak 66 saham tercatat naik, 191 saham turun dan 93 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp2,8 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,03 miliar lembar saham. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual asing tercatat Rp102,54 miliar.
Seluruh sektor saham pada perdagangan siang ini melemah, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham sektor infrastruktur sebesar 1,56 persen dan diikuti sektor property mencapai 1,46 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) naik Rp150 ke Rp5.200, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) naik Rp50 ke Rp920 dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp25 ke Rp2.100.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 ke Rp51.600, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun Rp75 ke Rp2.050 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp250 Rp10.850.
(rna)
Lihat Juga :