BoJ tetapkan uang primer sebagai target baru
Kamis, 04 April 2013 - 13:29 WIB
BoJ tetapkan uang primer sebagai target baru
A
A
A
Sindonews.com - Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) memutuskan melakukan perombakan radikal pada kerangka kebijakan dengan melakukan pergeseran penetapan target kebijakan moneter untuk uang primer.
Bank sentral mengatakan, akan melipatgandakan kepemilikan atas obligasi jangka panjang pemerintah dan exchange-traded funds saat membeli obligasi pemerintah yang jatuh tempo, termasuk 40 tahun obligasi.
"BoJ akan melakukan operasi pasar uang sehingga basis moneter akan meningkat pada laju tahunan sekitar 60 sampai 70 triliun yen (498,9miliar pounds)," kata BoJ dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (4/4/2013).
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda dinilai hanya memiliki waktu tidak lebih dari setahun untuk mencapai target inflasi 2 persen, seperti yang ditetapkan pemerintah.
Goldman Sachs Group Inc dan JPMorgan Chase & Co mengatakan, Kuroda membutuhkan kenaikan harga enam sampai 12 bulan atau pasar akan kehilangan kepercayaan terhadap kemampuannya mencapai target inflasi pada 2015.
"Kuroda tidak memiliki waktu dua tahun. Dia harus menunjukkan bahwa inflasi mendekati 1 persen dalam setidaknya satu tahun. Jika tidak bisa melakukan itu, maka kekuatan 'Abenomics' (julukan ekonomi PM Jepang Shinzo Abe) akan diragukan," kata Masamichi Adachi, ekonom senior dari JPMorgan, Tokyo, yang juga mantan pejabat BoJ.
Bank sentral mengatakan, akan melipatgandakan kepemilikan atas obligasi jangka panjang pemerintah dan exchange-traded funds saat membeli obligasi pemerintah yang jatuh tempo, termasuk 40 tahun obligasi.
"BoJ akan melakukan operasi pasar uang sehingga basis moneter akan meningkat pada laju tahunan sekitar 60 sampai 70 triliun yen (498,9miliar pounds)," kata BoJ dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (4/4/2013).
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda dinilai hanya memiliki waktu tidak lebih dari setahun untuk mencapai target inflasi 2 persen, seperti yang ditetapkan pemerintah.
Goldman Sachs Group Inc dan JPMorgan Chase & Co mengatakan, Kuroda membutuhkan kenaikan harga enam sampai 12 bulan atau pasar akan kehilangan kepercayaan terhadap kemampuannya mencapai target inflasi pada 2015.
"Kuroda tidak memiliki waktu dua tahun. Dia harus menunjukkan bahwa inflasi mendekati 1 persen dalam setidaknya satu tahun. Jika tidak bisa melakukan itu, maka kekuatan 'Abenomics' (julukan ekonomi PM Jepang Shinzo Abe) akan diragukan," kata Masamichi Adachi, ekonom senior dari JPMorgan, Tokyo, yang juga mantan pejabat BoJ.
(dmd)
Lihat Juga :