Sambut AEC 2015, UKM jadi kelemahan Indonesia
Kamis, 04 April 2013 - 15:33 WIB
Sambut AEC 2015, UKM jadi kelemahan Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Antar dan Sub Regional Kementerian Perdagangan, Donna Gultom mengatakan, ASEAN Economic Community (AEC) memiliki empat pilar.
"Pilar pertama single market and production base, competitive economic region, equitable economic development dan integration into the global economy," jelasnya di Gedung Palma One, Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Dia menilai, Indonesia ketinggalan dalam pengembangan pilar ketiga yaitu equitable economic development dan memberi contoh bahwa Usaha Kecil Menengah (UKM) kurang diperhatikan di Indonesia.
Lebih lanjut Donna memaparkan, ASEAN memiliki poin terkait komitmen negara anggotanya dalam menyongsong AEC dan secara khusus menyoroti posisi Indonesia yang memiliki poin rendah dalam menyambut AEC di 2015.
"Tentang poin AEC yang disepakati tidak semua negara ASEAN mampu melaksanakan komitmen tersebut. Pada 2008-2009 Indonesia memiliki 91,2 persen dan terus menurun di 2012 menjadi 72,6 persen atau keempat terbawah dari seluruh negara ASEAN," paparnya.
Donna juga menyinggung saat ini total ekspor Indonesia ke ASEAN sebesar 30 persen. Sedangkan impor ASEAN ke Indonesia sebesar 16 persen.
"Pilar pertama single market and production base, competitive economic region, equitable economic development dan integration into the global economy," jelasnya di Gedung Palma One, Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Dia menilai, Indonesia ketinggalan dalam pengembangan pilar ketiga yaitu equitable economic development dan memberi contoh bahwa Usaha Kecil Menengah (UKM) kurang diperhatikan di Indonesia.
Lebih lanjut Donna memaparkan, ASEAN memiliki poin terkait komitmen negara anggotanya dalam menyongsong AEC dan secara khusus menyoroti posisi Indonesia yang memiliki poin rendah dalam menyambut AEC di 2015.
"Tentang poin AEC yang disepakati tidak semua negara ASEAN mampu melaksanakan komitmen tersebut. Pada 2008-2009 Indonesia memiliki 91,2 persen dan terus menurun di 2012 menjadi 72,6 persen atau keempat terbawah dari seluruh negara ASEAN," paparnya.
Donna juga menyinggung saat ini total ekspor Indonesia ke ASEAN sebesar 30 persen. Sedangkan impor ASEAN ke Indonesia sebesar 16 persen.
(gpr)
Lihat Juga :