Anjloknya harga karet pengaruhi angka kriminalitas

Jum'at, 05 April 2013 - 14:42 WIB
Anjloknya harga karet...
Anjloknya harga karet pengaruhi angka kriminalitas
A A A
Sindonews.com - Anjloknya harga karet dalam dua bulan terakhir menyebabkan petani terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Situasi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan angka kriminalitas di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura, Ngadi mengatakan, turunnya harga karet sudah dikeluhkan mayoritas petani karet di Kabupaten Mura.

Sekarang harga karet di tingkat petani 1 kilogram (kg) sama dengan harga 1 kg beras. Karena biasanya harga 1 kg karet bisa dapat beras sampai 2 kg lebih. Harga yang diperoleh petani sebelumnya Rp13.000 per kg sekarang menjadi Rp7.000 per kg.

Kondisi miris ini jangankan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak cukup, apalagi digunakan memenuhi pemeliharaan kebun. "Anjloknya harga karet ini mencapai 50 persen. Diprediksi harga karet terus mengalami penurunan," ujar Ngadi di Mura, Jumat (5/4/2013).

Politisi PKPB ini menjelaskan, Pemkab diminta segera memberikan solusi melindungi petani karet. Apakah ini permainan broker karet atau sengaja diciptakan kondisi turunnya harga karet.

"Dewan mengharapkan Pemkab segera mengambil langkah-langkah untuk melindungi petani karet. Sebab, hampir 70 persen warga Mura petani perkebunan karet mandiri," tegas dia.

Sementara itu, Anggota DPRD, Suyadi mengatakan, anjloknya harga karet jelas mempengaruhi ekonomi masyarakat. Diduga bisa memicu kriminalitas di kehidupan masyarakat.

"Ya diharapkan Pemkab Mura melalui instansi terkait segera mengambil langkah-langkah untuk melindungi petani karet di Mura," kata dia.

Terpisah, Paijo,50, warga Desa BTS Ulu mengatakan, anjloknya harga karet jelas mempengaruhi upah pekerja penyadap karet. Bahkan sekarang banyak para pekerja tidak bekerja karena pemilik kebun tidak bisa memberikan upah.

"Ya kami mau makan bagaimana pak? Jika tidak kerja. Alasan pemilik kebun tidak bisa kasih upah setimpal sebab harga karet anjlok," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Berharap Kebijakan DHE...
Berharap Kebijakan DHE SDA yang Bijaksana
Berita Terkini
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
6 menit yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
24 menit yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
50 menit yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
55 menit yang lalu
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
2 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved