Solar langka, bus dan truk tak beroperasi
Sabtu, 06 April 2013 - 15:02 WIB
Solar langka, bus dan truk tak beroperasi
A
A
A
Sindonews.com - Akibat kelangkaan solar di Banjarnegara, Jawa Tengah menyebabkan puluhan truk dan bus terpaksa tak bisa beroperasi. Sementara sejak adanya pembatasan solar bersubsidi, pihak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengaku mengalami penurunan keuntungan hingga 50 persen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrian truk dan bus mengular sepanjang 700 meter di SPBU Karang Kobar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Ratusan sopir sudah antri menunggu datangnya solar sejak dua hari lalu.
Sementara itu, pasokan solar datang ke SPBU setiap dua hari sekali, namun dengan jumlah terbatas dan tidak mencukupi karena hanya dijatah sekitar 8.000 liter.
Akibat kelangkaan solar ini, para sopir mengaku tak bisa beroperasi. "Kita tidak bisa beroperasi dan pengiriman barang ke sejumlah daerah tersendat. Kita juga ga mendapatkan uang harian," ujar Pujiono, salah satu supir truk di Banjarnegara, Sabtu (6/4/2013).
Selain sopir truk, sopir bus dan pemilik kendaraan bus juga mengaku merugi. Mereka yang harusnya beroperasi dengan mencari penumpang, terpaksa libur karena harus mengantri solar.
Para sopir ini berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi masalah kelangkaan solar karena cukup menyulitkan masyarakat kalangan bawah.
Di samping itu, sejak adanya pembatasan BBM jenis solar, pihak SPBU mengaku mengalami penurunan keuntungan hingga 50 persen. "Sebelum pembatasan BBM mendapatkan pasokan 8.000 liter setiap hari, sekarang hanya kiriman solar dua hari sekali," kata pengelola SPBU, Imam.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrian truk dan bus mengular sepanjang 700 meter di SPBU Karang Kobar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Ratusan sopir sudah antri menunggu datangnya solar sejak dua hari lalu.
Sementara itu, pasokan solar datang ke SPBU setiap dua hari sekali, namun dengan jumlah terbatas dan tidak mencukupi karena hanya dijatah sekitar 8.000 liter.
Akibat kelangkaan solar ini, para sopir mengaku tak bisa beroperasi. "Kita tidak bisa beroperasi dan pengiriman barang ke sejumlah daerah tersendat. Kita juga ga mendapatkan uang harian," ujar Pujiono, salah satu supir truk di Banjarnegara, Sabtu (6/4/2013).
Selain sopir truk, sopir bus dan pemilik kendaraan bus juga mengaku merugi. Mereka yang harusnya beroperasi dengan mencari penumpang, terpaksa libur karena harus mengantri solar.
Para sopir ini berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi masalah kelangkaan solar karena cukup menyulitkan masyarakat kalangan bawah.
Di samping itu, sejak adanya pembatasan BBM jenis solar, pihak SPBU mengaku mengalami penurunan keuntungan hingga 50 persen. "Sebelum pembatasan BBM mendapatkan pasokan 8.000 liter setiap hari, sekarang hanya kiriman solar dua hari sekali," kata pengelola SPBU, Imam.
(rna)
Lihat Juga :