Perusahaan ancam kurangi jam kerja buruh

Sabtu, 06 April 2013 - 17:12 WIB
Perusahaan ancam kurangi...
Perusahaan ancam kurangi jam kerja buruh
A A A
Sindonews.com - Kalangan perusahaan yang ada di Kabupaten Kudus mengancam akan mengurangi jam kerja para karyawannya. Hal ini seiring naiknya biaya upah, tarif dasar listrik (TDL) dan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), sehingga akan menambah biaya yang harus ditanggung perusahaan.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apondo) Kudus, Hamidin mengatakan, tahun ini merupakan tahun yang berat kalangan pengusaha. Sebab dalam waktu yang hampir bersamaan, ada sejumlah komponen yang memaksa pengusaha mengeluarkan biaya lebih besar untuk kelangsungan usahanya.

Berbagai komponen tersebut, yakni mulai dari kenaikan upah minimum kabupaten (UMK), hingga TDL akibat dari pengurangan subsidi listrik.

Menurut Hamidin, selain bahan baku, upah pekerja dan biaya tenaga listrik memang menjadi komponen yang menelan biaya besar. Karena besarnya biaya yang harus ditanggung, maka ada beberapa perusahaan yang berencana merelokasi usahanya ke daerah yang upahnya relatif rendah.

"Ini sesuatu yang logis karena kondisinya memang sulit," kata Hamidin di Kudus, Sabtu (6/4/2013).

Beban perusahaan, menurut Hamidin akan bertambah berat jika pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM. Jika rencana itu jadi dilaksanakan maka pengusaha harus memutar otak untuk keberlangsungan usahanya.

Salah satu upaya yang akan ditempuh, yakni mengatur waktu dan hari kerja para karyawannya. Bentuk konkritnya dengan pengurangan hari dan jam kerja karyawan.

Menurut Hamidin langkah tersebut merupakan upaya win-win solution untuk menyiasati dampak kenaikan UMK, TDL dan BBM dibanding pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun merumahkan karyawan untuk sementara.

"Itu langkah yang logis karena kondisi riil memang berat," jelasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
51 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved