Minat menabung warga karesidenan Pekalongan rendah

Minggu, 07 April 2013 - 12:13 WIB
Minat menabung warga...
Minat menabung warga karesidenan Pekalongan rendah
A A A
Sindonews.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal mencatat minat warga menabung di bank di wilayah karesidenan Pekalongan masih rendah. BI mempersentasekan perkembangan rekening masih berada di kisaran 35,44 persen dari jumlah penduduk yang ada.

Ada berbagai macam penyebab rendahnya minat menabung. Baik dari sudut pandang masyarakat maupun dari penyedia jasa keuangan. Pimpinan Kantor Perwakilan BI Tegal, Yoni Depari mengatakan, wilayah Karesidenan Pekalongan meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal.

Dari daerah tersebut, BI Tegal telah mencatat jumlah rekening tabungan hingga Februari 2013 baru mencapai 2.329.813 rekening. Rinciannya, jumlah rekening pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 240.142 rekening, dan pada bank umum sebanyak 2.089.671 rekening.

Jumlah penduduk di wilayah tersebut mencapai 6.574.230 jiwa. Jika jumlah penduduk dibandingkan dengan jumlah pemilik rekening tabungan yang ada saat ini, berarti hanya 35,44 persen penduduk yang telah mempunyai rekening. "Jumlah pemilik rekening tabungan itu masih termasuk rendah," kata Yoni, Minggu (7/4/2013).

Dari beberapa daerah di kresidenan ini, baru Kabupaten dan Kota Tegal saja yang jumlah kepemilikan rekeningnya lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Yakni mencapai 833.794 rekening, dengan jumlah penduduk 1.690.892 atau sekitar 49,31 persen.

Sementara, Kabupaten Pemalang menduduki persentase paling sedikit untuk warga pemilik rekening tabungan, yakni 21,81 persen dengan jumlah penduduk 1.333.847 jiwa serta kepemilikan rekening 290.978.

Dia mengemukakan rendahnya jumlah kepemilikan rekening dilihat dari sudut pandang masyarakat, yakni pendapatan yang rendah, jarak lokasi kantor bank yang jauh, serta mahalnya biaya administrasi dan transaksi untuk volume yang kecil.

Selain itu, terbatasnya informasi produk bank, tingkat pengetahuan yang rendah, produk kurang sesuai, psikologi, budaya dan antrean yang panjang. "Kami terus berupaya agar hal-hal itu bisa segera ditangani perbankan," ujarnya.

Yoni menuturkan, jika dilihat dari sudut penyedia jasa keuangan, rendahnya pemilik rekening, yakni adanya pendirian cabang bank yang mahal, persyaratan yang ditetapkan regulator, persyaratan yang ditetapkan bank, proses kompleks, formalitas tinggi, dan tidak efisien.

Melihat hal itu, BI Tegal merasa prihatin. Idealnya, lanjut dia, setiap warga memiliki 1 rekening tabungan atau akan lebih baik jika 1 orang mempunyai 2-3 rekening tabungan di bank berbeda.

"Saya berharap tiga atau lima tahun lagi kepemilikan tabungan bisa naik hingga 75 persen," katanya.

Salah satu warga Kelurahan Mejasem, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Adi Mulyadi mengaku, dia membuka rekening baru di bank lantaran tempat kerjanya memberikan fasilitas gaji dari transfer bank. "Mungkin kalau tidak dipaksa kantor untuk membuka tabungan, ya tidak nabung di bank," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
53 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved