Sektor pengolahan dan pertanian topang ekonomi Jabar

Senin, 08 April 2013 - 16:43 WIB
Sektor pengolahan dan...
Sektor pengolahan dan pertanian topang ekonomi Jabar
A A A
Sindonews.com - Proyeksi pertumbuhan sektor pengolahan dan sektor pertanian dipastikan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) pada triwulan II/2013.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, perekonomian Jabar pada triwulan II/2013 akan lebih baik dari triwulan I/2013 yang mencapai 5,6-6,1 persen. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II/2013 diperkirakan akan ditopang oleh sektor pengolahan dan pertanian.

"Permintaan dari eksternal dan pangsa pasar domestik diperkirakan tumbuh positif dan menggerakkan sektor pengolahan dan pertanian," jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah VI Jabar dan Banten, M Zaeni Aboe Amin, Senin (8/4/2013).

Menurutnya, salah satu sektor pengolahan yang diperkirakan akan tumbuh positif adalah tekstil dan produk tekstil (TPT) yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 6 persen pada periode April-Juni 2013. Peningkatan sektor TPT didorong permintaan ekspor. Pangsa pasar ini diperkirakan akan lebih baik dari periode sebelumnya.

Sementara, pangsa pasar domestik belum banyak diandalkan. "Industri olahan elektronik juga diperkirakan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar pada periode ini. Selain itu, ada komitmen dari Jepang meningkatkan investasi produksi otomotif di Jawa Barat," jelas dia.

Dari sisi pertanian, lanjut Zaeni, kondisi iklim yang terus membaik akan berdampak terhadap terhadap produktifitas pertanian di Jabar. Selama ini, produktifitas pertanian di Jabar cenderung melambat akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Produktifitas sayur dan buah diharapkan tumbuh dan mampu memenuhi permintaan pangsa pasar lokal.

Pertumbuhan sektor pengolahan sejalan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Pada triwulan I/2013, konsumsi rumah tangga di Jabar tumbuh sekitar 4,2-4,7 persen. Walaupun pertumbuhan sektor ini sedikit lebih lambat dari sektor lainnya yang berkontribusi terhadap angka pertumbuhan ekonomi Jabar.
Seperti sektor konsumsi pemerintah yang tumbuh 7,5-8 persen, investasi tumbuh 9-9,5 persen, kinerja ekspor tumbuh 4,8-5 persen, dan impor tumbuh 6,5-7 persen.

Dia menyebutkan, peningkatan konsumsi rumah tangga disebabkan penurunan angka pengangguran, peningkatan kesejahteraan, stabilitas makro ekonomi, dan optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian di Jabar.

Permintaan sektor konsumsi dipastikan akan meningkatkan penjualan sektor ritel. Sebagaimana diketahui, penjulaan ritel pada triwulan I/2013 cenderung melambat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, PPKM Jadi Penyebabnya
Ekonomi Jabar Anjlok,...
Ekonomi Jabar Anjlok, Ridwan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan
Jawa Barat Diharapkan...
Jawa Barat Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional
Pulihkan Ekonomi Warga...
Pulihkan Ekonomi Warga Jawa Barat melalui JaFest 2021
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, Ini Kata Kepala BI
Pemerintah Cabut Izin...
Pemerintah Cabut Izin Operasional 58 Perusahaan di Jawa Barat
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
1 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
2 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
4 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
6 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
8 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved