Wall Street berhasil menguat di sesi akhir
Selasa, 09 April 2013 - 08:47 WIB
Wall Street berhasil menguat di sesi akhir
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup berhasil menguat di akhir sesi setelah berfluktuasi sepanjang sesi perdagangan.
Kalangan investor melihat musim laba kuatal I tahun ini menunjukkan pertumbuhan moderat ditengah kekhawatiran terhadap perkembangan ekonomi. Laba kuartal pertama tahun ini diperkirakan turun dibanding proyeksi sebelumnya, atau hanya naik 1,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara pada Januari 2013, laba meningkat 4,3 persen.
Melemahnya proyeksi tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi akan makin sulit. Kinerja perusahaan yang melemah memberikan alasan bagi investor untuk melepas sahamnya, sehingga mendorong indeks Dow Jones dan S & P 500 berakhir sedikit di level tertinggi yang sempat dicetak.
"Kami sedang menunggu laporan laba bersih untuk bisa menopang pasar. Kami akan melihat pertumbuhan laba, tapi kelihatannya agak sulit dan kita punya alasan untuk berhenti sejenak," kata kepala investasi di PNC Wealth Management Jim Dunigan, seperti dilansir Reuters, Selasa (9/4/2013).
Pada perdagangan semalam, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 48,23 poin atau 0,33 persen ke 14.613,48, indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik 9,79 poin atau 0,63 persen ke 1.563,07, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) naik 18,39 poin atau 0,57 persen menjadi 3.222,25.
Namun, volume yang ringan dan kenaikan Dow Jones semalam dibatasi aksi jual dari saham Johnson & Johnson (JNJ.N). Volume perdagangan tercatat sekitar 5,11 ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Jumlah tersebut jauh di bawah rata-rata harian tahun ini sekitar 6,48 miliar saham.
Sementara dua pertiga saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange ditutup positif, dengan 60 persen saham yang terdaftar di Nasdaq berakhir menguat.
Kalangan investor melihat musim laba kuatal I tahun ini menunjukkan pertumbuhan moderat ditengah kekhawatiran terhadap perkembangan ekonomi. Laba kuartal pertama tahun ini diperkirakan turun dibanding proyeksi sebelumnya, atau hanya naik 1,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara pada Januari 2013, laba meningkat 4,3 persen.
Melemahnya proyeksi tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi akan makin sulit. Kinerja perusahaan yang melemah memberikan alasan bagi investor untuk melepas sahamnya, sehingga mendorong indeks Dow Jones dan S & P 500 berakhir sedikit di level tertinggi yang sempat dicetak.
"Kami sedang menunggu laporan laba bersih untuk bisa menopang pasar. Kami akan melihat pertumbuhan laba, tapi kelihatannya agak sulit dan kita punya alasan untuk berhenti sejenak," kata kepala investasi di PNC Wealth Management Jim Dunigan, seperti dilansir Reuters, Selasa (9/4/2013).
Pada perdagangan semalam, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 48,23 poin atau 0,33 persen ke 14.613,48, indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik 9,79 poin atau 0,63 persen ke 1.563,07, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) naik 18,39 poin atau 0,57 persen menjadi 3.222,25.
Namun, volume yang ringan dan kenaikan Dow Jones semalam dibatasi aksi jual dari saham Johnson & Johnson (JNJ.N). Volume perdagangan tercatat sekitar 5,11 ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Jumlah tersebut jauh di bawah rata-rata harian tahun ini sekitar 6,48 miliar saham.
Sementara dua pertiga saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange ditutup positif, dengan 60 persen saham yang terdaftar di Nasdaq berakhir menguat.
(rna)
Lihat Juga :