Tingkatkan mutu ekspor, UE-RI jalankan program TSP II
Selasa, 09 April 2013 - 13:24 WIB
Tingkatkan mutu ekspor, UE-RI jalankan program TSP II
A
A
A
Sindonews.com - Guna mendorong peningkatan jumlah dan mutu komoditas ekspor Indonesia ke pasar negara-negara anggota Uni Eropa (UE), kedua belah pihak sepakat melakukan kerja sama dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kesepakatan tersebut diwujudkan dalam program Trade Support Programme (TSP) II.
Program ini memiliki misi membantu peningkatan infrastruktur industri Indonesia agar bisa menghasilkan produk yang lebih berkualitas.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunai dan ASEAN, Julian Wilson mengatakan, program ini adalah komitmen kedua belah pihak yang telah berlangsung sejak 2011.
"Indonesia selama ini terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah. Untuk itu, Eropa berharap agar produk Indonesia semakin berbasis nilai tambah," ujarnya dalam acara launching EU-Indonesia Trade Support Programme di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Terdapat empat proyek dalam TSP II ini. Pertama, memastikan keamanan produk makanan yang diekspor, termasuk untuk kacang-kacangan. Kedua, menekan angka penangkapan ikan ilegal. Ketiga, memastikan keamanan produk makanan dari hasil laut melalui implementasi "National Residue Monitoring Plan".
"Terakhir, mengembangkan sistem manajemen informasi bagi para eksportir untuk memperoleh informasi tentang regulasi standar dan teknis," jelasnya.
Sekadar informasi, Indonesia kian diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia. Menurut data World Bank (2013), dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, Indonesia pada tahun 2012 memiliki Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar USD846 miliar pada 2012. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu partner bisnis UE.
Program ini memiliki misi membantu peningkatan infrastruktur industri Indonesia agar bisa menghasilkan produk yang lebih berkualitas.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunai dan ASEAN, Julian Wilson mengatakan, program ini adalah komitmen kedua belah pihak yang telah berlangsung sejak 2011.
"Indonesia selama ini terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah. Untuk itu, Eropa berharap agar produk Indonesia semakin berbasis nilai tambah," ujarnya dalam acara launching EU-Indonesia Trade Support Programme di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Terdapat empat proyek dalam TSP II ini. Pertama, memastikan keamanan produk makanan yang diekspor, termasuk untuk kacang-kacangan. Kedua, menekan angka penangkapan ikan ilegal. Ketiga, memastikan keamanan produk makanan dari hasil laut melalui implementasi "National Residue Monitoring Plan".
"Terakhir, mengembangkan sistem manajemen informasi bagi para eksportir untuk memperoleh informasi tentang regulasi standar dan teknis," jelasnya.
Sekadar informasi, Indonesia kian diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia. Menurut data World Bank (2013), dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, Indonesia pada tahun 2012 memiliki Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar USD846 miliar pada 2012. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu partner bisnis UE.
(gpr)
Lihat Juga :