Pemerintah diminta tegas terkait BBM dan listrik

Rabu, 10 April 2013 - 10:07 WIB
Pemerintah diminta tegas...
Pemerintah diminta tegas terkait BBM dan listrik
A A A
Sindonews.com - Pemerintah diminta mengambil sikap tegas terhadap wacana penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan roda perekonomian nasional sekaligus mempertahankan esksistensi bangsa.

Perdebatan menghapus subsidi BBM dan listrik terbentur segudang kepentingan popularitas menjelang suksesi 2014. Konsensus nasional patut dilakukan agar ketahanan energi nasional dapat terwujud. “Pilihan logis dan rasional dalam memutuskan pencabutan atau tidak subsidi BBM dan listrik, sebenarnya sangat terang benderang,” kata anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel di Depok, Rabu (10/04/2013).

Dasar pemikiran diperlukannya pencabutan subsidi, kata Herman, karena subsidi hanya dapat dinikmati sesaat oleh rakyat. Sesaat karena harga minyak dunia cenderung terus merangkak naik dan membebani APBN.

Kedua adalah mencabut subsidi BBM dan listrik. Pencabutan subsidi BBM dan listrik, menurut dia, lompatan jauh bagi sejarah bangsa Indonesia karena selain dapat mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi, keputusan logis tersebut sebenarnya telah membuka kesempatan kepada anak-cucu generasi penerus yang kelak dapat menikmati kekayaan alam negerinya.

Saat ini, anggaran subsidi BBM dan listrik di APBN tahun 2013 diperkirakan mencapai Rp305 triliun atau hampir 20 persen dari total APBN.

“Bayangkan bila anggaran tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan sektor keenergian, seperti menambah kilang-kilang minyak, atau peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya,” tukasnya.

Dicontohkan, masyarakat kecil dipelosok pulau dan daerah terpencil sama sekali tidak menikmati subsidi BBM. Mereka harus mendapatkan BBM dengan harga yang jauh dari hitungan subsidi, termasuk subsidi listrik yang sama sekali belum menikmati listrik.

Berdasarkan perhitungan rasio elektrifikasi, daerah yang teraliri listrik tahun 2012 hanya 70 persen. Artinya, sekitar 30 persen dari 240 juta penduduk belum menikmati listrik yang disubsidi dengan biaya menjulang tinggi.

“Di Ternate misalnya, harga elpiji tabung 12 kg mencapai Rp150 ribu karena didatangkan dari Makassar. Bahkan masyarakat di Palembang, Sumatera Selatan harus membeli elpiji 3 kg Rp20 ribu, padahal harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp14 ribu. Tingginya harga BBM dan gas tersebut karena panjang dan mahalnya jalur distribusi. Subsidi BBM, listrik, dan gas sesungguhnya tak berdampak bagi masyarakat kecil,” papar Herman.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asyik, Subsidi BBM dan...
Asyik, Subsidi BBM dan Listrik Diperpanjang Pemerintah Hingga 2021
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Jokowi: Subsidi Energi...
Jokowi: Subsidi Energi Tembus Rp502,4 Triliun
Pemerintah Masih Mengkaji...
Pemerintah Masih Mengkaji Skema Penyaluran Subsidi Energi
Subsidi Energi Berbasis...
Subsidi Energi Berbasis Orang
Mendesak Reformasi Subsidi...
Mendesak Reformasi Subsidi Energi
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
1 jam yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
1 jam yang lalu
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
1 jam yang lalu
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
1 jam yang lalu
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
11 jam yang lalu
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
12 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Pertalite dan Pertamax dari SPBU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved