IHSG belum mampu bertahan di level 4.900
Rabu, 10 April 2013 - 11:59 WIB
IHSG belum mampu bertahan di level 4.900
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I siang ini tidak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau setelah mengalami tekanan jual. IHSG terkoreksi 26,69 poin atau 0,54 persen ke level 4.872,90.
Sementara pada pagi tadi, IHSG dibuka bertahan di zona hijau, dengan menguat 3,27 poin atau 0,07 persen ke level 4.902,86. Positifnya laju IHSG ditopang positifnya bursa Wall Street pada perdagangan semalam, dengan Dow Jones yang kembali mencetak rekor baru.
Indeks LQ45 siang ini minus 5,52 poin atau 0,67 persen ke level 821,71. Sedangkan, indeks di kawasan Asia masih variatif. Indeks Shanghai turun 7,01 poin atau 0,32 persen ke 2.218,76; Hang Seng menguat 39,81 poin atau 0,18 persen ke level 21.910,15; Straits Times turun 11,67 poin atau 0,35 persen ke 3.284,83 dan Nikkei 225 naik 112,80 poin atau 0,86 persen ke 13.305,62.
Di bursa Indonesia, sebanyak 107 saham tercatat naik, 152 saham turun dan 104 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp4,13 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,6 miliar lembar saham. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual asing tercatat Rp73,58 miliar.
Sektor yang menopang IHSG hingga perdagangan siang ini, yakni saham sektor agri, konsumer dan properti. Sementara sisanya menekan IHSG, dengan koreksi terbesar terjadi pada sektor infrastruktur dan perdagangan yang masing-masing minus 1,1 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.950 ke Rp51.950, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp100 ke Rp18.250 dan dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp100 ke Rp9.750.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun Rp10 ke Rp1.990, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) turun Rp125 ke Rp3.750 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp100 ke Rp10.700.
Sementara pada pagi tadi, IHSG dibuka bertahan di zona hijau, dengan menguat 3,27 poin atau 0,07 persen ke level 4.902,86. Positifnya laju IHSG ditopang positifnya bursa Wall Street pada perdagangan semalam, dengan Dow Jones yang kembali mencetak rekor baru.
Indeks LQ45 siang ini minus 5,52 poin atau 0,67 persen ke level 821,71. Sedangkan, indeks di kawasan Asia masih variatif. Indeks Shanghai turun 7,01 poin atau 0,32 persen ke 2.218,76; Hang Seng menguat 39,81 poin atau 0,18 persen ke level 21.910,15; Straits Times turun 11,67 poin atau 0,35 persen ke 3.284,83 dan Nikkei 225 naik 112,80 poin atau 0,86 persen ke 13.305,62.
Di bursa Indonesia, sebanyak 107 saham tercatat naik, 152 saham turun dan 104 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp4,13 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,6 miliar lembar saham. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual asing tercatat Rp73,58 miliar.
Sektor yang menopang IHSG hingga perdagangan siang ini, yakni saham sektor agri, konsumer dan properti. Sementara sisanya menekan IHSG, dengan koreksi terbesar terjadi pada sektor infrastruktur dan perdagangan yang masing-masing minus 1,1 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.950 ke Rp51.950, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp100 ke Rp18.250 dan dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) naik Rp100 ke Rp9.750.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun Rp10 ke Rp1.990, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) turun Rp125 ke Rp3.750 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp100 ke Rp10.700.
(rna)
Lihat Juga :