Nasib Blok Mahakam diputuskan pasca pilpres 2014
Rabu, 10 April 2013 - 13:17 WIB
Nasib Blok Mahakam diputuskan pasca pilpres 2014
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menegaskan, putusan perihal Production Sharing Contract (PSC) Blok Mahakam akan dilakukan pasca terpilihnya Presiden RI yang baru.
"Saya sudah berbicara dengan Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN), kami sama-sama bertanya, untuk apa kita putuskan sekarang," ujar Jero di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/4/2013).
Hal tersebut, lanjut Jero, mengingat masa berakhirnya PSC Blok Mahakam akan jatuh pada 2017. Artinya, sudah masuk dalam masa periode pemerintahan yang baru. Karena itu, perlu diberikan kesempatan pada pemerintahan mendatang.
Selain itu, lanjut dia, apabila keputusan atas Blok Mahakam disampaikan saat ini, dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi miring bahwa pemerintah hanya mencari keuntungan semata jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2014.
"Sekarang kan ada pikiran, ini jangan-jangan mencari duit, kalau kita sabar sedikit kan presiden baru yang memutuskan," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hingga saat ini pemerintah belum ada keputusan final mengenai pengelolaan Blok Mahakam, di Kalimantan Timur yang akan berakhir masa kontraknya pada 2017. Pengelolaan saat ini masih dipegang perusahaan migas asal Perancis, Total EP dengan produksi minyak sebesar 65.204 barel per hari dan gas bumi sebesar 1.708,59 MMSCFD.
"Saya sudah berbicara dengan Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN), kami sama-sama bertanya, untuk apa kita putuskan sekarang," ujar Jero di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/4/2013).
Hal tersebut, lanjut Jero, mengingat masa berakhirnya PSC Blok Mahakam akan jatuh pada 2017. Artinya, sudah masuk dalam masa periode pemerintahan yang baru. Karena itu, perlu diberikan kesempatan pada pemerintahan mendatang.
Selain itu, lanjut dia, apabila keputusan atas Blok Mahakam disampaikan saat ini, dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi miring bahwa pemerintah hanya mencari keuntungan semata jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2014.
"Sekarang kan ada pikiran, ini jangan-jangan mencari duit, kalau kita sabar sedikit kan presiden baru yang memutuskan," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hingga saat ini pemerintah belum ada keputusan final mengenai pengelolaan Blok Mahakam, di Kalimantan Timur yang akan berakhir masa kontraknya pada 2017. Pengelolaan saat ini masih dipegang perusahaan migas asal Perancis, Total EP dengan produksi minyak sebesar 65.204 barel per hari dan gas bumi sebesar 1.708,59 MMSCFD.
(izz)
Lihat Juga :