BI: Inflasi sekarang hanya bersifat sementara
Kamis, 11 April 2013 - 15:13 WIB
BI: Inflasi sekarang hanya bersifat sementara
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution mengatakan, inflasi sekarang bukanlah fenomena moneter, tetapi dikarenakan suplai bahan pangan. Karena itu, dia percaya hal ini bersifat sementara.
"Memang inflasi sekarang sudah 5,9 persen year on year (yoy), tetapi kita tetap melihat inflasi bukan fenomena moneter tetapi karena suplai bahan makanan terganggu karena pelaksanaan perubahan kegiatan yang kurang optimal dalam persiapan," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Dia menambahkan, apabila hal ini sudah berangsur normal, tentu suplai akan normal kembali dan harga akan turun. Dia mengatakan, inflasi inti sebesar 4,21 persen sama persis dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Jadi itu di luar migas sehingga menggambarkan keseluruhan perekonomian. Kita menggunakan IHK dalam inflasi karena inflasi adalah perubahan angka-angka secara umum bukan gambaran kondisi ekonmi," jelasnya.
Lebih lanjut, Darmin menjelaskan, pergerakan harga sudah mulai berjalan, dan dia tetap percaya bahwa inflasi sampai akhir tahun masih sesuai dengan sasaran yaitu 4,5 persen ± 1 persen.
"Memang inflasi sekarang sudah 5,9 persen year on year (yoy), tetapi kita tetap melihat inflasi bukan fenomena moneter tetapi karena suplai bahan makanan terganggu karena pelaksanaan perubahan kegiatan yang kurang optimal dalam persiapan," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Dia menambahkan, apabila hal ini sudah berangsur normal, tentu suplai akan normal kembali dan harga akan turun. Dia mengatakan, inflasi inti sebesar 4,21 persen sama persis dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Jadi itu di luar migas sehingga menggambarkan keseluruhan perekonomian. Kita menggunakan IHK dalam inflasi karena inflasi adalah perubahan angka-angka secara umum bukan gambaran kondisi ekonmi," jelasnya.
Lebih lanjut, Darmin menjelaskan, pergerakan harga sudah mulai berjalan, dan dia tetap percaya bahwa inflasi sampai akhir tahun masih sesuai dengan sasaran yaitu 4,5 persen ± 1 persen.
(gpr)
Lihat Juga :