Satu truk pasir dibarter 20 liter solar

Kamis, 11 April 2013 - 16:43 WIB
Satu truk pasir dibarter...
Satu truk pasir dibarter 20 liter solar
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah melakukan pembatasan solar bersubsidi dengan sistem kuota, telah menimbulkan dampak di masyarakat kecil. Salah satunya bagi para penambang pasir di sepanjang sungai Progo. Kini mereka harus melakukan barter antara solar dari tangki truk dengan pasir sungai kepada para pengemudi.

Diketahui, ratusan warga di wilayah Kecamatan Sentolo, Lendah dan Galur Kulonprogo, menggantungkan hidupnya sebagai penambang pasir. Pertambangan rakyat ini sudah menggunakan mesin diesel untuk menyedot pasir dari aliran sungai. Di wilayah Sentolo saja ada lebih dari 50 kelompok masyarakat.

Kini dengan kebijakan pemerintah melakukan pengetata BBM, khususnya solar bersubsidi membuat geliat usaha ini agak terganggu. Para penambang kini tidak lagi mudah mendapatkan solar untuk mengisi mesin dieselnya. Padahal dulu setiap saat, dengan mudah mereka membeli dengan jeriken.

“Sekarang kita tidak bisa beli di SPBU, beli dengan jeriken dilarang,” ujar salah satu penambang di Kelompok Ngupo Bogo Barokah, Armiat Yoli, Kamis (11/4/2013).

Pembatasan pembelian ini sempat membuat warga khawatir kondisi ekonominya akan terganggu. Sebab tanpa ada solar, mereka harus kembali menambang manual. Selain hasilnya minim, arus sungai yang deras membuat penambangan tradisional tidak efektif.

Hingga akhirnya mereka menyiasati dengan sistem barter, antara pasir dengan solar dari tangki truk. Satu truk pasir akan ditukar dengan 20 liter solar yang diambil dengan cara menyedot dari tangki. Cara ini terbukti ampuh untuk memebuhi kebutuhan solar setiap hari. “Per liter kita hargai Rp5.000, jadi sopir juga untung Rp500,” jelasnya.

Satu unit mesin, setiap harinya menghabiskan solar hingga 20 sampai dengan 30 liter. Dengan jumlah ini bisa menghasilkan pasir antara 30 sampai denga 50 bak truk. Satu pasir dalam bak truk dibanderol Rp130 ribu, tergantung besar kecilnya ukuran bak. “Sekarang kalau ada solar ya kerja, tidak ada ya libur,” ujar Kemat, operator mesin.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
46 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
56 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved