Dow Jones dan S & P reli cetak rekor baru

Jum'at, 12 April 2013 - 08:52 WIB
Dow Jones dan S & P...
Dow Jones dan S & P reli cetak rekor baru
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat ditutup kembali positif. Indeks Dow Jones serta S & P 500 kembali pada level tertinggi baru.

Rekor baru tersebut dipicu positifnya data pasar tenaga kerja dan prospek ritel, sehingga meredakan kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Kendati kenaikan indeks S & P 500 sepanjang tahun ini sebesar 11,7 persen, namun investor sempat khawatir terhadap potensi pemulihan, terutama setelah laporan gaji pekerja pada Maret lalu menurun.

Sementara turunnya tunjangan klaim pengangguran AS pada pekan terakhir memberi sinyal bahwa ekonomi AS akan membaik dibanding beberapa data yang ditunjukkan sebelumnya.

"Data laporan pekerjaan pekan lalu menjadi penyelamat dan akan meningkatkan permintaan yang tinggi terhadap ekuitas," kata kepala investasi di BNY Mellon Wealth Management, Leo Grohowski, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/4/2013).

Data ekonomi lain menunjukkan bahwa harga impor menurun 0,5 persen pada bulan lalu, sesuai dengan harapan. Hal serupa terjadi pada ekspor yang juga turun 0,4 persen. Ini menandakan tekanan inflasi tetap ada, dan memungkinkan bagi Federal Reserve untuk melanjutkan kebijakan moneter saat ini.

Indeks Dow Jones industrial average (DJI) naik 62,90 poin atau 0,42 persen menjadi 14.865,14, indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik 5,64 poin atau 0,36 persen ke 1.593,37, dan Nasdaq Composite Index (IXIC) naik tipis 2,90 poin atau 0,09 persen menjadi 3.300,16.

Ketiga indeks ditutup menguat pada hari keempat secara berturut-turut. Baik indeks Dow dan S&P 500 mencapai level intraday tertinggi baru sepanjang sejarah, sebelum berakhir pada penutupan tertinggi baru. Indeks Dow naik ke rekor intraday di 14.887,51, sedangkan indeks S&P 500 menetap pada 1.597,35.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved