AS restui Jepang gabung perdagangan Asia-Pasifik

Jum'at, 12 April 2013 - 18:33 WIB
AS restui Jepang gabung...
AS restui Jepang gabung perdagangan Asia-Pasifik
A A A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) sepakat Jepang bergabung dengan pembicaraan pakta perdagangan bebas Asia-Pasifik. Langkah ini diyakini sebagai kunci dari strategi Perdana Menteri Shinzo Abe dalam membuka ekonomi Jepang dan memacu kembali pertumbuhan.

Dilansir dari Reuters, Jumat (12/4/2013), kesepakatan tersebut membawa Jepang lebih dekat memasuki pembicaraan Trans-Pacific Partnership (TPP), di mana Tokyo berharap dapat berpartisipasi pada awal Juli nanti.

"Jepang dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan tentang partisipasi kami dalam perundingan TPP," kata Abe kepada wartawan setelah pertemuan dengan para menteri kabinet, Jumat (12/4/2013).

"Saya pikir kepentingan nasional Jepang dilindungi perjanjian AS-Jepang," tambah Abe, sambil menyebutkan pihaknya berharap Jepang bisa mengambil bagian dalam negosiasi tersebut sesegera mungkin.

Abe bulan lalu mengumumkan keputusannya untuk bergabung dengan perundingan perdagangan TPP - meskipun perlawanan sengit datang dari lobi politik pertanian Jepang.

Jepang saat ini membutuhkan persetujuan formal dari 11 negara anggota TPP untuk ambil bagian dalam forum tersebut. Jika Jepang gagal bergabung, akan menutup area yang menyumbang hampir 40 persen dari output ekonomi dunia.

Namun, perjanjian AS-Jepang membuat khawatir kelompok buruh AS atas menghapus tarif terhadap binsis otomotif. Sebelumnya, Tokyo dan Washington sepakat Amerika Serikat akan menghapuskan tarif auto 2,5 persen pada mobil dan 25 persen pada truk - selama periode terpanjang mungkin dalam kesepakatan TPP.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Selandia Baru, Tim Groser mengatakan, negara-negara anggota TPP akan memutuskan secara resmi apakah akan mengizinkan Jepang masuk dalam pembicaraan perdagangan TPP saat kegiatan KTT APEC di Indonesia, pada 20-21 April 2013.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved