Produksi kayu HTI ditargetkan 360 juta m3/tahun

Senin, 15 April 2013 - 19:39 WIB
Produksi kayu HTI ditargetkan...
Produksi kayu HTI ditargetkan 360 juta m3/tahun
A A A
Sindonews.com - Produksi kayu dari Hutan Tanaman Industri (HTI) ditargetkan mencapai 360 juta meter kubik (m3) per tahun dalam sepuluh tahun mendatang, guna menyokong industri kehutanan dan mendukung pertumbuhan nasional.

Karena itu, Dirjen Bina Usaha Kehutanan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Bambang Hendroyono mengatakan, pemerintah mendukung penuh pembangunan HTI termasuk dari kampanye negatif LSM asing.

"Bagi pengembang HTI, tidak perlu khawatir terhadap serangan kampanye negatif. Sebab pembangunan HTI sudah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan," katanya, di Jakarta, Senin (15/4/2013).

Target produksi kayu tersebut akan tercapai dari areal tanaman HTI seluas 14 juta hektare (ha). Saat ini, luas areal tanaman HTI baru sekitar 5 juta ha. Bambang menjelaskan, bukti bahwa hutan tanaman sebagai penopang industri kehutanan bisa dilihat dari pertumbuhan pabrik pengolahan kayu di Jawa.

"Jadi tidak seharusnya pengembangan hutan tanaman di luar Jawa diganggu dengan kampanye negatif," katanya.

Menurutnya, dari sisi legalitas, pengelolaan HTI juga bisa dipertanggungjawabkan. Mereka diaudit dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) oleh pihak ketiga yang independen. Sistem verifikasi dari hulu hingga hilir tersebut juga telah diakui dunia dan menjadi bagian dari perjanjian kemitraan sukarela untuk perbaikan tata kelola hutan antara Indonesia-Uni Eropa.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) bidang HTI, Nana Supriatna menyatakan, sudah saatnya pemerintah bersikap tegas dan konsisten membantu industri HTI di Indonesia dari serbuan kampanye negatif NGO seperti Greenpeace.

"Pada dasarnya, pemerintah yang mengundang dan memberikan izin pada pengusaha HTI untuk berinvestasi. Jika ada kampanye negatif, seharusnya pemerintah berdiri di depan dan minta NGO untuk menghentikannya karena bisa merusak kedaulatan Indonesia," kata Nana.

Dia mengungkapkan, dari sekitar 231 izin industri HTI yang diberikan pemerintah, sebanyak 39 persen menyetop operasinya karena tidak sanggup menghadapi berbagai tekanan yang sebagian besar berasal dari NGO.

Akibatnya, industri pulp dan kertas di Indonesia, kini hanya bertengger pada posisi sembilan besar dunia. Padahal, lanjut dia, industri ini berpotensi melejit di tiga besar dunia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pendekatan Yurisdiksi...
Pendekatan Yurisdiksi Dinilai Penting untuk Dorong Perlindungan Hutan
Indonesia Dorong Kesetaraan...
Indonesia Dorong Kesetaraan dalam Sertifikasi Pengelolaan Hutan
Indonesia Pimpin Dialog...
Indonesia Pimpin Dialog FACT, 23 Negara Janji Bantu Hutan-hutan Dunia
Fakta Baru Keangkeran...
Fakta Baru Keangkeran Hutan di Indonesia Terungkap
Forum Penyelamat Hutan...
Forum Penyelamat Hutan Jawa Gugat Pemerintah Cabut SK Menteri LHK tentang KHDPK
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
2 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
3 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
4 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
4 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved