Laba Coke Q1 2013 merosot 14,8%

Selasa, 16 April 2013 - 19:47 WIB
Laba Coke Q1 2013 merosot...
Laba Coke Q1 2013 merosot 14,8%
A A A
Sindonews.com - Raja minuman ringan Coca-Cola (Coke) melaporkan penurunan laba bersih pada kuartal pertama (Q1) 2013, akibat penjualan merosot di pasar utama AS-Eropa dan biaya restrukturisasi memukul keuntungan di Amerika Utara.

Dilansir dari Global Post, Selasa (16/4/2013), laba bersih Coke untuk kuartal hingga 31 Maret turun 14,8 persen lebih rendah dari perkiraan USD1,75 miliar, dibandingkan USD2,05 miliar pada tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha turun 1 persen menjadi USD11,04 miliar, sedangkan laba usaha jatuh 4 persen menjadi USD2,41 miliar. Laba per saham merosot enam sen menjadi 39 sen.

Coke mengatakan, laba usaha krusial di kawasan Amerika Utara turun 24 persen, terutama disebabkan investasi dalam produktivitas yang berkelanjutan dan program reinvestasi.

Penjualan di Amerika Latin tumbuh 4 persen, ke level melebihi Eropa, di mana penjualan melemah akibat resesi. Penjualan di divisi Eurasia dan Afrika melonjak 9 persen, terutama karena akuisisi perusahaan Arab Saudi Bottler Aujan.

"Perusahaan sekali lagi menyampaikan pertumbuhan yang solid dengan latar belakang ekonomi global masih belum pasti," ujar Kepala Eksekutif Coke, Muhtar Kent dalam pernyataannya.

Perusahaan juga mengumumkan upaya besar untuk mengatur lima wilayah pembotolan utama AS, masing-masing untuk perusahaan Coca-Cola Bottling Co Consolidated, Coca-Cola Bottling Company Amerika Inc, Swire Coca-Cola Amerika Serikat, Coca-Cola Bottling Company High Country dan Corinth Coca-Cola Bottling Works Inc.

"Upaya mungkin mencakup wilayah penjualan langsung, wilayah swap, atau pengaturan sub-pembotolan, di mana bottler akan melakukan pembayaran berkelanjutan dalam pertukaran hak operasi wilayah eksklusif," kata Coke.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
50 menit yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
2 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
3 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
5 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
6 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
7 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved