IHSG diprediksi bertahan di zona hijau

Rabu, 17 April 2013 - 08:02 WIB
IHSG diprediksi bertahan...
IHSG diprediksi bertahan di zona hijau
A A A
Sindonews.com - Variatifnya pergerakan bursa regional direspon positif oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bergitu pun pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan akan tertantang untuk terus melangkah di zona hijau.

Kepala riset Trust Securities, Reza Periyambada memproyeksikan, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.855-4.875 dan resistance 4.956-4.963. Berpola menyerupai bullish engulfing di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal.

"Akhirnya IHSG berhasil juga masuk dalam kisaran target resisten kami (4.937-4.956) setelah mampu bertahan di atas level 4.860 (batas middle bollinger band) seperti yang kami harapkan," kata Reza, Rabu (17/4/2013).

Reza menegaskan, di tengah laju bursa saham regional lain yang terpantau variatif, diharapkan dengan masih adanya daya dorong IHSG dan rebound-nya harga komoditas meski tipis dapat mengangkat laju IHSG.

Pada perdagangan kemarin, tampak sekali tidak ingin lama berkubang di zona merah dan derasnya ekspektasi akan pelemahan IHSG membuat laju IHSG tertantang untuk rebound di tengah variatifnya laju bursa saham Asia.

Apalagi sebelumnya bursa saham AS dan Eropa anjlok cukup dalam setelah terimbas data-data pertumbuhan China yang kurang baik dan begitupun dengan data internal AS yang juga menunjukkan penurunan.

Di sisi lain, ada pula yang sempat menganggap tragedi ledakan bom di Boston akan berimbas negatif pada IHSG, namun sepertinya hal itu tidak terlalu nampak pada laju IHSG yang justru menghijau.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.945,25 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.856,30 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.945,25.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar rupiah kembali melemah setelah rilis penjualan kendaraan di Australia mengalami penurunan dan hasil pertemuan RBA yang mengindikasikan tidak akan berlanjutnya pelonggaran moneter.

Rilis data inflasi di Inggris juga tidak terlalu mendapat respon positif meski secara bulanan turun, namun secara tahunan tetap dan dari sisi core inflation tahunan justru naik. Begitu pun dengan rilis inflasi zona Eropa yang juga mengalami kenaikan; serta rilis ZEW Economic Sentiment Jerman dan zona Eropa yang menurun makin menambah sentimen negatif.

Indeks saham Asia variatif dengan penguatan pada bursa saham China setelah harga saham-saham properti terapresiasi dengan ekspektasi pemerintah China tidak akan mengetatkan kredit properti pasca rilis penurunan GDP nya.

Di sisi lain, pelaku pasar ternyata juga mengapresiasi harga saham-saham automotif dan penerbangan seiring dengan rendahnya harga komoditas, terutama harga minyak mentah.

Penurunan harga komoditas juga diapresiasi bursa saham India dengan ekspektasi pemerintahnya akan dapat menurunkan current account deficit-nya. Sementara indeks HSI dan Nikkei masih melemah dengan sentimen perlambatan pertumbuhan di China dan menguatnya nilai tukar yen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
Intip Rekomendasi Saham...
Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Berpeluang Menghijau
Diprediksi Masih Betah...
Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Ini Rekomendasi Menu Saham Hari Ini
Berita Terkini
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
23 menit yang lalu
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
25 menit yang lalu
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
33 menit yang lalu
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
1 jam yang lalu
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
1 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved