Wall Street menguat dipicu rebound-nya harga emas

Rabu, 17 April 2013 - 08:47 WIB
Wall Street menguat...
Wall Street menguat dipicu rebound-nya harga emas
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup berhasil menguat lebih dari 1 persen, setelah pada hari sebelumnya mengalami penurunan terburuk sejak November tahun lalu. Positifnya Wall Street dipicu rebound-nya harga emas serta naiknya laba bersih Coca-cola dan Johnson & Johnson pada kuartal I tahun ini.

Harga emas melonjak 1 persen setelah mengalami rekor penurunan terdalam sejak 30 tahun lalu pada hari kemarin. Kemarin, SPDR Gold Share ETF (GLD.P) anjlok 8,8 persen, namun berhasil naik sebesar 1,1 persen menjadi USD132,80 pada perdagangan Selasa.

Di sisi lain, data inflasi dan Indeks Harga Konsumen AS yang jatuh pada bulan Maret untuk pertama kalinya dalam empat bulan memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan stimulus moneter guna mempercepat pertumbuhan ekonomi, sehingga menambah sentimen positif ke pasar saham.

"(Pelemahan indeks) Kemarin saya pikir sedikit keluar jalur. Namun, tren pasar saat ini dalam tahap konsolidasi, sehingga kita akan mengalami sedikit koreksi pada bulan berikutnya. Tapi setelahnya kita akan menuju zona hijau," kata Managing Director HighTower Advisors, Brian Amidei seperti dilansir Reuters, Rabu (17/4/2013).

Saham Coca-Cola Co (KO.N) naik 5,7 persen menjadi USD42,37, setelah naik ke intraday tertinggi USD42,48 sejak tahun 1998. Ini menjadi pendorong terbesar indeks Dow Jones. Naiknya saham Coca-Cola dipicu naiknya laba perusahaan tersebut di atas perkiraan.

Saham Johnson & Johnson (JNJ.N) yang merupakan komponen Dow lainnya, menyentuh rekor tertinggi USD83,54 setelah perusahaan melaporkan laba pada kuartal pertama juga lebih baik dari perkiraan. Saham J & J berakhir naik 2,1 persen pada USD83,44.

Sementara indeks material di S & P 500 (SPLRCMA) menguat 1,9 persen dan menjadi saham yang mendorong indeks S & P 500 naik lebih tinggi setelah pada Senin merosot lebih dari 2 persen dan menjadi penurunan terburuk sejak 7 November 2007.

Laba S & P 500 diperkirakan akan meningkat 1,8 persen pada kuartal pertama, berdasarkan hasil aktual dari 42 perusahaan. Proyeksi ini naik dari perkiraan terakhir yang tumbuh 1,1 persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) melonjak 157,58 poin atau 1,08 persen menjadi 14.756,78; The Standard & Poor 500 Index (SPX) naik 22,21 poin atau 1,43 persen menjadi 1.574,57 dan Nasdaq Composite Index (IXIC) naik 48,14 poin atau 1,50 persen menjadi 3.264,63.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
9 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
10 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
11 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
12 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
13 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
14 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved