Backlog perumahan di Bandung capai 3 juta unit

Rabu, 17 April 2013 - 15:29 WIB
Backlog perumahan di...
Backlog perumahan di Bandung capai 3 juta unit
A A A
Sindonews.com - Kebutuhan perumahan atau backlog di Jawa Barat (Jabar) sampai tahun ini diperkirakan mencapai 3 juta unit. Sulitnya izin pembangunan rumah serta regulasi perbankan diperkirakan menjadi penyebab utama lambatnya pembangunan perumahan di Jabar.

Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI), Ferry Sandiyana mengatakan, angka kebutuhan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jabar mencapai 3 juta unit. Angka itu menguasai 20 persen dari backlog perumahan nasional sebanyak 15 juta unit.

"Backlog di Jabar paling tinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Jumlah kebutuhan rumah, setiap tahun terus meningkat. Sementara kemampuan developer membangun perumahan untuk MBR sangat terbatas," jelas Ferry pada Musyawarah Besar DPP AP2ERSI di Kota Bandung, Rabu (17/4/2013).

Menurutnya, angka backlog cenderung terus meningkat. Pada 2004 angka backlog nasional mencapai 5,8 juta unit. Jumlah tersebut meningkat drastis pada 2010 yang mencapai 13,6 juta unit. Saat ini, jumlahnya menjadi 15 juta unit.

Tingginya angka kebutuhan rumah di Indonesia, lanjut dia, menunjukkan sikap pemerintah yang kurang tanggap atas kebutuhan papan masyarakat. Padahal, sesuai dengan UUD 1945, pemenuhan kebutuhan papan (perumahan) merupakan hak setiap warga negara. Meliputi masyarakat berpenghasilan rendah baik yang berpenghasilan tetap atau tidak tetap.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
29 menit yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
1 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
1 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
2 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved