Harga BBM naik, sektor perbankan paling tertekan

Kamis, 18 April 2013 - 09:17 WIB
Harga BBM naik, sektor...
Harga BBM naik, sektor perbankan paling tertekan
A A A
Sindonews.com - Pergerakan saham-saham sejumlah sektor sepertinya akan sedikit terimbas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Saham sektor apa sajakah yang akan terimbas kenaikan BBM?

Kepala Riset Buana Kapital Sekuritas, Alfred Nainggolan menyebutkan, akan ada sektor-sektor yang akan diuntungkan dan tertekan oleh rencana penerapan kebijakan pengendalian BBM bersubsidi tersebut.

"Biarpun ada potensi tekanan ke beberapa sektor, tapi sifatnya hanya short term (jangka pendek) dan akan segera kembali normal," terang Alfred saat dihubungi Sindonews, Kamis (18/4/2013).

Adapun, sektor yang berpotensi paling tertekan atas kenaikan harga BBM bersubsidi itu, kata Alfred adalah saham sektor perbankan. Pasalnya, kenaikan harga BBM tersebut akan memicu inflasi dan memaksa Bank Indonesia untuk menaikkan BI rate.

"Kenaikan harga BBM ini akan menyumbang kenaikan inflasi, sehingga akan mendesak BI untuk menaikkan suku bunga acuan. Jadi, sektor perbankan kemungkinan juga akan terpengaruh dari sisi itu," terang Alfred.

Selain sektor perbankan, sektor konsumsi juga berpotensi mengalami tekanan karena kenaikan biaya angkut produksi. Namun, menurut dia, tekanan terhadap saham sektor konsumsi tidak sebesar yang terjadi pada sektor perbankan karena sektor konsumsi masih memiliki peluang menaikkan harga seiring telah dinaikkannya upah minimum provinsi (UMP).

Sementara untuk sektor yang akan diuntungkan, menurut Alfred adalah sektor pembiayaan kredit dan penjualan kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda dua.

"(Akibat kenaikan harga BBM bersubisi) Masyarakat sepertinya akan beralih ke sepeda motor. Jadi, biarpun suku bunga naik, namun permintaannya akan tetap tinggi, sehingga kinerjanya tidak akan terlalu terpengaruh kenaikan BBM," tegas dia.

Seperti diketahui, pemerintah akan menetapkan dua harga (dual price) untuk BBM bersubsidi. Dimana untuk angkutan umum dan motor, harga premium tetap Rp4.500/liter, sedangkan untuk mobil pribadi diterapkan harga baru dengan kisaran Rp6.500-7.000/liter. Rencananya, skema dual price sudah bisa diterapkan mulai Mei mendatang.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini Rabu 3 April 2024
Daftar Harga BBM Terbaru...
Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina per 19 April
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemerintah Dijamin Belum...
Pemerintah Dijamin Belum Akan Kerek Harga BBM per 1 April 2026, Mensesneg:Tak Perlu Panik
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Terbaru di Semua Provinsi Senin 29 April 2024
Update Harga BBM Pertamina...
Update Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini Rabu 24 April 2024
Berita Terkini
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
17 menit yang lalu
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
31 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
49 menit yang lalu
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
1 jam yang lalu
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
1 jam yang lalu
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
1 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved