Siap harga BBM naik, Hipmi pertanyakan teknis pelaksanaan
Kamis, 18 April 2013 - 10:14 WIB
Siap harga BBM naik, Hipmi pertanyakan teknis pelaksanaan
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Raja Sapta Oktohari menyatakan bahwa Hipmi siap dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kendati demikian, Himpi meminta pemerintah memberikan penjelasana detail mengenai teknis pelaksanaan di lapangan agar berjalan sesuai dengan harapan lantaran penerapan aturan tersebut, dinilai akan mengalami kesulitan dalam penerapannya.
"Pada dasarnya kita siap saja dengan rencana pemerintah tersebut (menaikkan harga BBM bersubsidi), cuma kita masih mempertanyakan teknis pelaksanaannya. Kalau seperti kemarin (pembedaan penjualan BBM) sepertinya susah juga ya," ujar pria yang akrab disapa Okto ini dalam acara "Indonesian Young Leader Forum II 2013" (IYLF II 2013) di Hotel Ritz Carlton, Kamis (18/4/2013).
Meski demikian, Okto meminta agar pemerintah bisa segera memberi kepastian tentang rencana tersebut kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kekhawatiran.
"Ya kami berharap pemerintah kalau mau mengambil kebijakan agar cepat-cepat, jangan bermain di wilayah abu-abu," ujarnya.
Namun, Okto bisa memaklumi pemerintah yang belum segera memberi kepastian tentang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Pasalnya, masih banyah hal yang perlu dilakukan untuk bisa segera mengimplementasikannya di lapangan.
Seperti diketahui, pemerintah akan menetapkan dua harga (dual price) untuk BBM bersubsidi. Dimana untuk angkutan umum dan motor, harga premium tetap Rp4.500/liter, sedangkan untuk mobil pribadi diterapkan harga baru dengan kisaran Rp6.500-7.000/liter. Rencananya, skema dual price sudah bisa diterapkan mulai Mei mendatang.
Kendati demikian, Himpi meminta pemerintah memberikan penjelasana detail mengenai teknis pelaksanaan di lapangan agar berjalan sesuai dengan harapan lantaran penerapan aturan tersebut, dinilai akan mengalami kesulitan dalam penerapannya.
"Pada dasarnya kita siap saja dengan rencana pemerintah tersebut (menaikkan harga BBM bersubsidi), cuma kita masih mempertanyakan teknis pelaksanaannya. Kalau seperti kemarin (pembedaan penjualan BBM) sepertinya susah juga ya," ujar pria yang akrab disapa Okto ini dalam acara "Indonesian Young Leader Forum II 2013" (IYLF II 2013) di Hotel Ritz Carlton, Kamis (18/4/2013).
Meski demikian, Okto meminta agar pemerintah bisa segera memberi kepastian tentang rencana tersebut kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kekhawatiran.
"Ya kami berharap pemerintah kalau mau mengambil kebijakan agar cepat-cepat, jangan bermain di wilayah abu-abu," ujarnya.
Namun, Okto bisa memaklumi pemerintah yang belum segera memberi kepastian tentang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Pasalnya, masih banyah hal yang perlu dilakukan untuk bisa segera mengimplementasikannya di lapangan.
Seperti diketahui, pemerintah akan menetapkan dua harga (dual price) untuk BBM bersubsidi. Dimana untuk angkutan umum dan motor, harga premium tetap Rp4.500/liter, sedangkan untuk mobil pribadi diterapkan harga baru dengan kisaran Rp6.500-7.000/liter. Rencananya, skema dual price sudah bisa diterapkan mulai Mei mendatang.
(rna)
Lihat Juga :