Ajak perbankan, masalah modal budidaya ikan teratasi

Jum'at, 19 April 2013 - 14:52 WIB
Ajak perbankan, masalah...
Ajak perbankan, masalah modal budidaya ikan teratasi
A A A
Sindonews.com - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (Dirjen PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menuturkan, pihaknya melakukan kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kerja sama ini penting karena bila bantuan perbankan sudah banyak, maka yang dibutuhkan adalah agunan.

Untuk itu, kata dia, perlu dilakukan sertifikasi lahan budidaya agar dapat di agunkan untuk mendapatkan tambahan permodalan dari perbankan. "Infrastruktur yang baik dan memadai, akan menjadi daya tarik bagi investor lokal maupun asing untuk menanamkan modalnya pada usaha budidaya perikanan," kata dia dala rilis, Jumat (19/4/2013).

Menurutnya, kendala permodalan dapat diatasi dengan mengajak perbankan untuk memberikan modal melalui strategi penerapan pola kemitraan. Para pembudidaya perlu memiliki mitra yang tak hanya punya modal, tapi juga menguasai teknologi dan pasar. Maka perbankan akan lebih yakin dan percaya.

Dengan pola ini, tingkat keberhasilan usaha akan lebih tinggi dan risiko dapat diminimalisir. "Dari pola kemitraan antara pembudidaya dengan mitra dan ditopang pembiayaan dari perbankan, peran kami adalah sebagai fasilitator," ujarnya.

Slamet mengatakan, saat ini persepsi perbankan terhadap perikanan budidaya khususnya budidaya udang banyak berubah. Terbukti hingga saat ini sudah banyak kredit yang digelontorkan perbankan pada sektor ini. Misalnya, pada Maret 2013, telah ditandatangani akta kredit KUR antara BRI dan pembudidaya udang Kabupaten Subang senilai Rp50 miliar.

Nilai tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin meningkatnya kepercayaan perbankan dan efek dari program revitalisasi tambak yang berupa perluasan lahan budidaya udang. Dampak positif dari program revitalisasi tambak melalui tambak demfarm telah mendorong minat untuk membukan lahan tambak di luar tambak demfarm.

"Contohnya, di Subang lahan tambak telah bertambah luas hingga 50 hektare dan di Indramayu seluas 60 hektare. Ini menjadi bukti bahwa program revitalisasi tambak ini telah berhasil menarik minat para pembudidaya untuk kembali berbudidaya udang," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
10 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
11 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
24 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
37 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved