Kadin harapkan menkeu definitif yang konservatif

Sabtu, 20 April 2013 - 12:59 WIB
Kadin harapkan menkeu...
Kadin harapkan menkeu definitif yang konservatif
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jumat (19/4/2013) menunjuk Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa sebagai menteri keuangan ad interim. Namun, sebagai menkeu ad interim, Hatta tidak bisa banyak mengambil kebijakan terutama yang bersifat strategis.

Belum diketahui sampai kapan Hatta akan merangkap jabatan sebagai bendahara negara tersebut. Apalagi, masa pemerintahan SBY hanya tersisa sekitar satu tahun lagi.

Kalangan pengusaha memiliki harapan khusus jika SBY akan menunjuk menkeu definitif. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap agar menkeu yang baru nantinya benar-benar merupakan sosok yang mumpuni di bidang makro maupun mikro ekonomi.

“Menkeu baru nantinya tidak hanya ahli di bidang makro, tapi juga harus yang paham dunia usaha,” kata Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (20/4/2013).

Menurut Suryo, dua aspek itu sangat penting dimiliki menkeu definitif agar dapat memberikan kebijakan yang dapat mendorong cerahnya iklim investasi di Tanah Air.

“Jadi dia harus paham kapan memberikan stimulus atau insentif yang bisa menggairahkan dunia usaha,” ujar Suryo.

Lebih lanjut Suryo menilai, untuk menduduki jabatan menkeu definitif diperlukan sosok yang konservatif dalam hal anggaran. Hal ini untuk menjaga keseimbangan anggaran negara.

“Kalau perlu (menkeu) konservatif, yang konservatif sekalian. Kalau terlalu mudah keluarkan uang, bisa jebol anggaran negara nantinya,” kata alumnus MBA dari Washington International University ini.

Seperti diketahui, Agus Martowardojo dikenal sebagai pejabat yang tegas dan ketat soal anggaran negara. Seperti pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati, Agus tidak segan menolak rencana kebijakan yang dinilainya kontraproduktif terhadap perekonomian negara.

Terakhir, Agus berseberangan dengan Hatta Rajasa soal proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Agus menghendaki agar studi kelayakan (feasibility study) mega proyek itu dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar proyeknya bisa ditender dan transparan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
20 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
53 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved