Sudah mahal, Dahlan setujui stock split saham TLKM

Senin, 22 April 2013 - 12:22 WIB
Sudah mahal, Dahlan...
Sudah mahal, Dahlan setujui stock split saham TLKM
A A A
Sindonews.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham mayoritas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mendukung dan akan menyetujui rencana perusahaan telekomunikasi pelat merah itu untuk memecah nilai nominal saham (stock split) sahamnya lantaran harga sahamnya sudah mahal.

Kendati demikian, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku baru mendengar rencana TLKM yang akan melakukan stock split tersebut.

"Saya baru dengar ini (rencana stock split), tapi sebenarnya normal-normal saja yang seperti itu karena harga saham Telkom sudah terlalu mahal. Seperti dulu, Semen Gresik (sekarang Semen Indonesia) melakukan stock split) walaupun pada akhirnya sahamnya menjadi mahal lagi," ujarnya di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Mengingat harga saham TLKM yang sudah mahal, mantan Direktur Utama PLN ini mengaku khawatir jika tidak melakukan stock split, justru akan berdampak pada nilai transaksi perdagangan saham perseroan yang akan menurun. Mengenai mekanisme stock split, Dahlan menyerahkan kepada korporasi bersangkutan.

"Kalau harga sahamnya terlalu mahal nanti transaksinya malah jadi kecil. Itu normal saja bagi perusahaan yang harga sahamnya sudah terlalu mahal bahwa ada baiknya di-stock split. Mengenai mekanismenya, saya serahkan sepenuhnya pada korporasi," tuturnya.

Direktur Utama TLKM, Arief Yahya sebelumnya menyatakan sedang menunggu persetujuan Kementerian BUMN untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut. Perseroan akan melakukan stock split dengan rasio 1:5.

Adapun tujuan perseroan melakukan stock split agar harga saham perusahaan lebih murah dan likuid di pasar.
Pada penutupan sesi I perdagangan siang ini, harga saham TLKM ditutup menguat Rp550 ke Rp12.250 per saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dua Cara Mudah Unreg...
Dua Cara Mudah Unreg Kartu Telkomsel
Kementerian BUMN Ungkap...
Kementerian BUMN Ungkap Rencana Pembentukan Holding Telekomunikasi PT Telkom
Kementerian BUMN Apresiasi...
Kementerian BUMN Apresiasi Langkah Strategis Konsolidasi Menara TelkomGroup
Baru 3 Tahun Pimpin...
Baru 3 Tahun Pimpin Telkom, Pengamat: Masa Jabatan Ririek Masih Panjang
Genjot Kinerja, Telkomsel...
Genjot Kinerja, Telkomsel Lakukan Pembaharuan Identitas
Perang Tarif Seluler...
Perang Tarif Seluler Dinilai Akan Membunuh Industri
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
8 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
8 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
8 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
9 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
9 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
9 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved