Prospek tambang lemah, laba Caterpillar jatuh 45,4%
Senin, 22 April 2013 - 19:47 WIB
Prospek tambang lemah, laba Caterpillar jatuh 45,4%
A
A
A
Sindonews.com - Industri kelas berat, Caterpillar (CAT) melaporkan penurunan besar laba kuartalan, akibat melemahnya prospek dalam bisnis pertambangan.
Seperti dikutip dari Global Post, Senin (22/4/2013), Caterpillar membukukan laba bersih USD880 juta, turun 45,4 persen dari periode tahun lalu. Pendapatan juga jatuh 17,3 persen menjadi USD13,2 miliar.
Caterpillar biasanya menambah persediaan pada kuartal pertama, di mana pada 2012 menambahkan sekitar USD2 miliar. Tapi, tahun ini perusahaan memangkas persediaan sekitar setengah miliar dolar.
"Apa yang terjadi dalam bisnis kita dan perekonomian secara keseluruhan adalah gambaran beragam. Kondisi perekonomian dunia tampaknya relatif stabil, dan kami mengalami pertumbuhan yang lambat pada 2013," kata Kepala Eksekutif Caterpillar, Doug Oberhelman.
Caterpillar memprediksi pendapatan 2013 akan menjadi USD57 - USD61 miliar, turun dari kisaran sebelumnya sebesar USD60 - USD68 miliar. Perusahaan mengatakan, keuntungan akan datang pada sekitar USD7,00 per saham, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar USD7 - USD9 per saham.
Caterpillar menyebutkan, prospek untuk dua dari tiga segmen usaha - industri konstruksi dan sistem tenaga - mirip dengan outlook sebelumnya. Tapi, kondisi di divisi pertambangan menurun signifikan.
Pendapatan Caterpillar dari sumber daya, yang mencakup pertambangan sebesar USD3,7 miliar pada kuartal terakhir, turun dari USD4,8 miliar pada periode tahun sebelumnya.
"Dari sudut pandang operasional, kami telah mengambil tindakan untuk menyelaraskan produksi, biaya dan belanja modal dengan penjualan serta pendapatan outlook. Sementara 2013 akan menjadi tahun yang menantang," ujar Oberhelman.
Caterpillar mengatakan, akan mengambil keuntungan dari harga saham dengan melakukan pembelian saham kembali untuk pertama kalinya sejak 2008. Perusahaan akan melanjutkan pembelian kembali saham pada kuartal kedua sekitar USD1 miliar.
Seperti dikutip dari Global Post, Senin (22/4/2013), Caterpillar membukukan laba bersih USD880 juta, turun 45,4 persen dari periode tahun lalu. Pendapatan juga jatuh 17,3 persen menjadi USD13,2 miliar.
Caterpillar biasanya menambah persediaan pada kuartal pertama, di mana pada 2012 menambahkan sekitar USD2 miliar. Tapi, tahun ini perusahaan memangkas persediaan sekitar setengah miliar dolar.
"Apa yang terjadi dalam bisnis kita dan perekonomian secara keseluruhan adalah gambaran beragam. Kondisi perekonomian dunia tampaknya relatif stabil, dan kami mengalami pertumbuhan yang lambat pada 2013," kata Kepala Eksekutif Caterpillar, Doug Oberhelman.
Caterpillar memprediksi pendapatan 2013 akan menjadi USD57 - USD61 miliar, turun dari kisaran sebelumnya sebesar USD60 - USD68 miliar. Perusahaan mengatakan, keuntungan akan datang pada sekitar USD7,00 per saham, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar USD7 - USD9 per saham.
Caterpillar menyebutkan, prospek untuk dua dari tiga segmen usaha - industri konstruksi dan sistem tenaga - mirip dengan outlook sebelumnya. Tapi, kondisi di divisi pertambangan menurun signifikan.
Pendapatan Caterpillar dari sumber daya, yang mencakup pertambangan sebesar USD3,7 miliar pada kuartal terakhir, turun dari USD4,8 miliar pada periode tahun sebelumnya.
"Dari sudut pandang operasional, kami telah mengambil tindakan untuk menyelaraskan produksi, biaya dan belanja modal dengan penjualan serta pendapatan outlook. Sementara 2013 akan menjadi tahun yang menantang," ujar Oberhelman.
Caterpillar mengatakan, akan mengambil keuntungan dari harga saham dengan melakukan pembelian saham kembali untuk pertama kalinya sejak 2008. Perusahaan akan melanjutkan pembelian kembali saham pada kuartal kedua sekitar USD1 miliar.
(dmd)
Lihat Juga :