PTBA raih kontrak batu bara 537,5 juta ton
Selasa, 23 April 2013 - 10:37 WIB
PTBA raih kontrak batu bara 537,5 juta ton
A
A
A
Sindonews.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada kuartal I tahun ini meraih kontrak pasokan batu bara sebesar 537,5 juta ton.
Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono menjelaskan, kontrak tersebut berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebanyak 262,6 juta ton selama 20 tahun, PT Indonesia Power sebanyak 51,5 juta ton selama 10 tahun, PT Huadian Bukit Asam Power sebanyak 150 juta selama 30 tahun dan PT Pupuk Indonesia sebanyak 68,6 juta ton untuk 30 tahun.
"Selain itu, 4,5 juta ton dengan PT Sumber Segara Abadi untuk masa empat tahun," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/4/2013).
Perusahaan tambang pelat merah ini juga sudah mengalokasikan permintaan penjualan spot sekitar 30-35 persen dari penjualan melalui kontrak jangka panjang. Penjualan spot tersebut untuk mengantisipasi fluktuasi harga batu bara di pasar dunia.
Sementara pada kuartal I tahun ini, perseroan mencatat penjualan sebanyak 4,51 juta ton atau naik 17 persen dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,85 juta ton. Adapun, target penjualan batu bara hingga penghujung tahun sebesar 20,68 juta ton.
Untuk meningkatkan kapasitas dan kehandalan infrastruktur PTBA, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,2 triliun. Dana capex tersebut digunakan untuk pembangunan sarana penanganan batu bara di Tanjung Enim, seperti pembangunan jalur belt conveyor baru serta pembangunan stasiun pemuatan batu bara ke kereta api (TLS) baru di lokasi tambang Banko, Tanjung Enim.
Selain itu, juga untuk perluasan Pelabuhan Tarahan, meliputi pemasangan dua unit alat bongkar batu bara dari Kereta Api (RCD) baru, pembuatan jetty dan biaya pembuatan maupun renovasi sarana penanganan batu bara di dermaga Kertapati, Palembang.
Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono menjelaskan, kontrak tersebut berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebanyak 262,6 juta ton selama 20 tahun, PT Indonesia Power sebanyak 51,5 juta ton selama 10 tahun, PT Huadian Bukit Asam Power sebanyak 150 juta selama 30 tahun dan PT Pupuk Indonesia sebanyak 68,6 juta ton untuk 30 tahun.
"Selain itu, 4,5 juta ton dengan PT Sumber Segara Abadi untuk masa empat tahun," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/4/2013).
Perusahaan tambang pelat merah ini juga sudah mengalokasikan permintaan penjualan spot sekitar 30-35 persen dari penjualan melalui kontrak jangka panjang. Penjualan spot tersebut untuk mengantisipasi fluktuasi harga batu bara di pasar dunia.
Sementara pada kuartal I tahun ini, perseroan mencatat penjualan sebanyak 4,51 juta ton atau naik 17 persen dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,85 juta ton. Adapun, target penjualan batu bara hingga penghujung tahun sebesar 20,68 juta ton.
Untuk meningkatkan kapasitas dan kehandalan infrastruktur PTBA, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,2 triliun. Dana capex tersebut digunakan untuk pembangunan sarana penanganan batu bara di Tanjung Enim, seperti pembangunan jalur belt conveyor baru serta pembangunan stasiun pemuatan batu bara ke kereta api (TLS) baru di lokasi tambang Banko, Tanjung Enim.
Selain itu, juga untuk perluasan Pelabuhan Tarahan, meliputi pemasangan dua unit alat bongkar batu bara dari Kereta Api (RCD) baru, pembuatan jetty dan biaya pembuatan maupun renovasi sarana penanganan batu bara di dermaga Kertapati, Palembang.
(rna)
Lihat Juga :