HSBC: Data manufaktur China awal April 2013 lambat

Selasa, 23 April 2013 - 11:22 WIB
HSBC: Data manufaktur...
HSBC: Data manufaktur China awal April 2013 lambat
A A A
Sindonews.com - Aktivitas manufaktur China melambat pada April 2013 karena permintaan luar negeri lamban. HSBC melihat data ini sebagai tanda pelemahan lebih lanjut ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (23/4/2013), indeks manajer pembelian (PMI) awal yang dirilis raksasa perbankan Inggris melambat menjadi 50,5 pada bulan ini, dari 51,6 pada akhir Maret.

Indeks disusun oleh penyedia layanan informasi Markit dan diumumkan HSBC, sebagai trek aktivitas manufaktur dan barometer yang diawasi ketat dari kesehatan perekonomian. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah poin 50 kontraksi.

Menurut HSBC, hasil pada awal April lebih rendah di belakang penurunan pesanan ekspor baru dan lapangan kerja. Di mana hasil akhir akan diumumkan pada 2 Mei mendatang.

"Pesanan ekspor baru dikontrak setelah rebound temporer pada Maret, menunjukkan permintaan eksternal eksportir China masih lemah," kata Qu Hongbin, ekonom HSBC berbasis di Hongkong dalam keterangan tertulisnya.

"Beijing diharapkan melakukan respon kuat untuk mempertahankan pemulihan ekonomi dengan meningkatkan investasi domestik dan konsumsi dalam beberapa bulan mendatang," tambahnya.

Pengamat berharap perekonomian China akan rebound tahun ini dan mendorong pertumbuhan global setelah meningkat 7,9 persen pada tiga bulan terakhir 2012. Tapi, pekan lalu pemerintah mengumumkan tingkat pertumbuhan melemah 7,7 persen untuk kuartal pertama 2013, di bawah ekspektasi pasar.

Sebelumya, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan China tahun ini menjadi 8,0 persen. Sementara Beijing bulan lalu menetapkan pertumbuhan 2013 pada 7,5 persen, tidak berubah dari obyektif tahun lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
10 menit yang lalu
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
20 menit yang lalu
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
32 menit yang lalu
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
1 jam yang lalu
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
3 jam yang lalu
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved